Trump Lontarkan Pernyataan Kasar soal MbS: "He didn’t think he’d be kissing my ass"

Trump Lontarkan Pernyataan Kasar soal MbS: "He didn’t think he’d be kissing my ass"

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Trump Lontarkan Pernyataan Kasar soal Mohammed bin Salman: "He didn’t think he’d be kissing my ass"

GELORA.CO -
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi besar dengan pernyataan blak-blakan dan kasar terhadap Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).

Dalam pidatonya di sebuah forum investasi yang didukung Arab Saudi di Miami, Trump mengklaim bahwa MBS tidak pernah menyangka harus “menjilat” atau bersikap sangat rendah hati kepadanya.

“He didn’t think this was going to happen. He didn’t think he’d be kissing my ass. He really didn’t,” kata Trump, seperti dikutip dari rekaman video pidatonya yang kini viral luas di media sosial.

Trump melanjutkan dengan nada sombong, “Dia mengira saya hanyalah presiden Amerika biasa yang kalah, di mana negara ini sedang menurun. Tapi sekarang dia harus baik-baik kepada saya. Dia lebih baik baik-baik kepada saya, dia harus begitu.”

Meski menggunakan bahasa vulgar tersebut, Trump dalam kesempatan yang sama juga memuji MBS. Ia menyebut Putra Mahkota Saudi sebagai “a fantastic man” (orang hebat) dan “a warrior” (seorang pejuang) yang sedang “berjuang bersama kami”.

Pernyataan ini disampaikan di tengah hubungan dekat antara Trump dan MBS, serta konteks ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk isu Iran. Beberapa hari sebelumnya, Trump juga memuji MBS sebagai “warrior” yang mendukung posisi Amerika Serikat.

Viral dan Menuai Reaksi Keras


Klip video pidato Trump tersebut dengan cepat menyebar di platform seperti Instagram, X (Twitter), dan YouTube. Banyak netizen, khususnya dari dunia Muslim, mengecam pernyataan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap pemimpin Arab Saudi sekaligus simbol arogansi kekuasaan Amerika.

Beberapa pengamat politik menilai gaya bicara Trump yang khas ini merupakan perpaduan antara negosiasi keras ala bisnis dan upaya menunjukkan dominasi posisi tawar Washington terhadap sekutunya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kerajaan Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump. Sementara itu, Gedung Putih juga belum mengeluarkan klarifikasi lebih lanjut.

Hubungan Trump dengan Mohammed bin Salman memang telah lama dikenal sangat dekat sejak masa kepresidenan pertamanya. Trump sering kali memuji kebijakan Vision 2030 yang digagas MBS serta kerja sama ekonomi dan keamanan antara kedua negara.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita