Tembus Rp60 Ribu per Botol, Polisi Selidiki Lonjakan Harga BBM di Halmahera Tengah

Tembus Rp60 Ribu per Botol, Polisi Selidiki Lonjakan Harga BBM di Halmahera Tengah

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Tembus Rp60 Ribu per Botol, Polisi Selidiki Lonjakan Harga BBM di Halmahera Tengah

GELORA.CO - 
Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di Desa Lelief, Kabupaten Halmahera Tengah, dilaporkan melonjak drastis hingga mencapai Rp60 ribu per botol ukuran Aqua besar. Kenaikan ini memicu keluhan warga dan pekerja di sekitar kawasan pertambangan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Salah satu karyawan IWIP, Askar, mengungkapkan harga bensin dalam beberapa hari terakhir mengalami lonjakan tidak wajar dan sangat memberatkan aktivitas sehari-hari.

“Beberapa hari ini harga bensin sangat mahal, bahkan tembus Rp60 ribu per botol Aqua besar,” ujarnya.

Dugaan Penimbunan BBM


Askar menduga lonjakan harga tersebut dipicu praktik penimbunan oleh oknum pedagang nakal. Ia pun meminta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menertibkan distribusi BBM di wilayah tersebut.

Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap mobilitas pekerja, terutama yang bergantung pada kendaraan untuk beraktivitas di kawasan industri.

Polisi Turun Tangan


Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Halmahera Tengah, Suherlin, memastikan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan.

“Kami akan melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Disperindagkop terkait kenaikan harga BBM di wilayah sekitar pertambangan PT IWIP,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan, kepolisian tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika ditemukan adanya pelanggaran hukum dalam distribusi BBM.

“Kalau dalam penyelidikan ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Warga Harap Penertiban Segera


Lonjakan harga BBM ini menambah beban masyarakat di kawasan tambang yang bergantung pada pasokan energi untuk aktivitas harian. Warga berharap pemerintah daerah dan aparat kepolisian segera menertibkan distribusi agar harga kembali normal.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius, seiring meningkatnya kekhawatiran publik terhadap potensi praktik spekulasi dan lemahnya pengawasan distribusi BBM di daerah. 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita