GELORA.CO - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari buka suara terkait meninggalnya siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Ketahun, di Bengkulu Utara. Ia memastikan penyebab siswa tersebut meninggal tidak berkaitan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi.
“Mengenai seorang siswa bernama Fatih dari MIN 2 Ketahun, Bengkulu Utara, yang meninggal dunia dan sempat dikaitkan dengan konsumsi paket MBG (berupa burger). Namun, hasil investigasi menyatakan, Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa kematian siswa tersebut tidak berkaitan dengan program MBG,” tutur Qodari dalam konferensi pers, Rabu (4/3/2026).
Ia membeberkan, berdasarkan fakta di lapangan menunjukkan siswa tersebut pingsan sebelum sempat memakan menu MBG yang dibagikan hari itu.
Hasil pemeriksaan medis (CT Scan) di RS Bhayangkara juga menunjukkan adanya pendarahan otak, bukan gejala klinis keracunan makanan. Bahkan, uji laboratorium BPOM terhadap sampel makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giri Kencana menunjukkan hasil negatif terhadap bakteri E. coli maupun cemaran berbahaya lainnya.
Meski demikian, ia memastikan setiap kejadian yang diduga terkait Program MBG tidak pernah dianggap remeh dan Pemerintah langsung menindaklanjutinya.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya siswa MIN 2 Ketahun, Bengkulu Utara. Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama pemerintah,” tandasnya.
