Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Lapor Prabowo Soal Pasokan Minyak

Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Lapor Prabowo Soal Pasokan Minyak

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Pemerintah bergerak cepat menyikapi penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada arus energi global. 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026 untuk melaporkan kondisi terkini sekaligus membahas mitigasi pasokan minyak nasional.
 
“Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini jg antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” ujarnya.




Dalam rangka langkah antisipatif, Bahlil menyatakan akan menggelar rapat lebih dahulu sebelum menyampaikan rekomendasi resmi kepada Presiden. 

“Nanti, saya besok insya allah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan,” kata dia.

Bahlil menambahkan bahwa hasil analisis akan disusun bersama Dewan Energi Nasional sebagai dasar kebijakan lanjutan. Ia memastikan kondisi cadangan nasional masih terkendali.

“Masih cukup, 20 hari,” tegasnya saat ditanya mengenai stok BBM.

Iran akhirnya memutuskan untuk menutup Selat Hormuz. Hal ini sebagai respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel beberapa hari yang lalu.

Ini pertama kalinya dilakukan Iran sejak konflik dengan Israel pada 1979. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling strategis di dunia, yang menjadi rute bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global.

Sumber: RMOL 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita