Rusia Pastikan Ada di Pihak Iran, Isyaratkan akan Beri Bantuan Militer

Rusia Pastikan Ada di Pihak Iran, Isyaratkan akan Beri Bantuan Militer

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Rusia Pastikan Ada di Pihak Iran, Isyaratkan akan Beri Bantuan Militer

GELORA.CO -
Rusia meyampaikan sikap geopolitiknya atas situasi peperangan yang dimotori Zionis Israel-Amerika Serikat (AS) dengan menyarang Republik Islam Iran. Duta Besar Rusia di Inggris, Andrei Kelin menegaskan, posisi Moskow tidak netral dan memastikan mendukung Iran yang menjadi korban ketidakadilan atas invansi Zionis-AS.

“Kami (Rusia) tidak netral. Tidak. Kami tidak netral. Kami mendukung Iran. Dan tentu saja, dan seperti yang selalu saya sampaikan, kami memandang negatif apa yang dilakukan terhadap Iran,” kata Kelin dalam sesi wawancara bersama Sky News dan dikutip dari Aljazirah English, pada Ahad (8/3/2026).

Kelin juga menyampaikan sikap simpati Rusia atas negara-negara di Teluk Arab yang terkena dampak langsung dari agresi militer Zionis-AS ke Negeri Para Mullah itu. Kelin menyampaikan ada banyak faktor yang membuat Rusia berada di sisi dan mendukung Iran. Selain karena Iran negara sahabat Rusia yang dikatakan Kelin sebagai tetangga yang baik, pemerintahan di Teheran juga selama ini menjadi korban ketidakadilan AS.

“Anda tahu, bahwa kami semua bersimpati kepada Iran. Mereka adalah tetangga kami. Dan kami selalu memiliki hubungan yang sangat baik. Dan kami melihat bahwa tindakan militer yang diambil terhadap Iran, sama sekali tidak adil. Karena itu, Rusia mendukung Iran,” ujar dia.

Namun, kata Kelin, Iran dalam masa-masa perang melawan agresi Zionis-AS ini, belum sekalipun menyampaikan permintaan resmi agar Rusia membantu secara militer. Iran menyampaikan kepada Rusia, mereka masih dapat bertahan dan melawan dengan kemampuannya sendiri.

“Tetapi seperti yang sudah pernah kami umumkan, bahwa Iran tidak meminta apapun dari kami, tidak meminta apapun, atau pertolongan apapun,” ujar Kelin.

Akan tetapi, sebagai negara sahabat, Rusia memastikan mendukung Iran. Sebab, kata Kelin, begitu banyak cacat logika yang dilakukan Zionis-AS terhadap Iran. Pemerintahan di Moskow, kata Kelin, tak habis pikir atas AS yang selalu menyudutkan dan menyalahkan Iran, tetapi tak melihat bahwa Israel dan AS yang melakukan agresi terhadap Iran.

“Kami tidak memahami logika seperti ini. Logika dari negara-negara barat, Amerika Serikat dan yang lain (Israel) saat ini yang harus menyalahkan Iran, tetapi tidak ada yang mengatakan bahwa AS dan Israel yang telah memulai permusuhan dan penyerangan. Iran hanya menanggapi serangan itu. Jadi ini, sangat tidak adil bagi Iran,” ujar dia.

Rusia memang menyayangkan situasi runyam saat ini yang sudah membakar negara-negara Timteng. Akan tetapi, kata Kelin, harus tetap melihat bahwa agresi Zionis-AS terhadap Iran itulah yang mengancam negara-negara Teluk Arab ke dalam peperangan. Posisi bertahan Iran, dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Arab, menurut Kelin, dampak dari ambisi perang Zionis-AS terhadap Iran.

“Kami juga bersimpati kepada negara-negara sahabat kami yang berada di Teluk Persia, kepada semua emir (pemimpin-pemimpin negara Arab). Kami tentu saja juga memiliki kepentingan di sana,” ujar Kelin.

Perang Zionis-AS dengan Iran sudah memasuki hari ke-8. Serangan berbalas serangan masih terjadi melalui udara. Zionis-AS baru-baru ini kembali membombardir Iran, dengan menargetkan pusat-pusat penyimpanan stok bahan bakar, dan titik-titik komando militer.

Militer Iran, Korps Garda Revolusi Islam masih terus bertahan dengan menembakkan misil dan rudal-rudal berdaya ledak besar ke wilayah penjajahan Zionis di Palestina, juga ke aset-aset militer AS yang berada di Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Kuwait, termasuk di Uni Emirates Arab, juga di Yordania. Peperangan saat ini, pun turut menyeret Lebanon yang merupakan salah satu wilayah basis militer Iran di dekat Israel.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita