GELORA.CO - Lebih dari 300 tentara Amerika Serikat dilaporkan mengalami luka-luka dalam konflik dengan Iran yang kini telah berlangsung hampir satu bulan.
Berdasarkan kutipan dari abcnews, Sabtu (28/3/2026). Seorang pejabat Amerika Serikat menyebutkan, sedikitnya 303 personel militer AS terluka dalam operasi militer yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury. Dari jumlah tersebut, sebanyak 273 tentara telah kembali bertugas, sementara 10 lainnya mengalami luka serius.
Sebagian besar korban mengalami cedera otak traumatis atau Traumatic Brain Injury (TBI), yang dapat memicu gangguan memori, migrain, kelelahan, hingga berbagai masalah kognitif lainnya.
Para pejabat menyebutkan, luka-luka tersebut umumnya disebabkan oleh serangan drone satu arah milik Iran, amunisi peledak, serta dampak gelombang ledakan yang mengenai pasukan di lapangan.
Data dari Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat menunjukkan, bahwa veteran yang didiagnosis mengalami TBI hampir dua kali lebih berisiko meninggal akibat bunuh diri dibandingkan mereka yang tidak mengalami kondisi tersebut.
Serangan di Arab Saudi
Dalam perkembangan terpisah, sedikitnya 10 tentara AS dilaporkan terluka dalam serangan terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan pada Jumat pagi.
Menurut pejabat AS, dua di antaranya mengalami luka serius. Selain itu, satu pesawat tanker pengisian bahan bakar dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Media The Wall Street Journal menjadi yang pertama melaporkan insiden ini.
Hingga kini, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung, dengan serangan yang terus terjadi di sejumlah titik strategis di kawasan Timur Tengah.
