Kronologi Pemuda Ngamuk Bacok 8 Orang di Grobogan, Dobrak Pintu Rumah Warga

Kronologi Pemuda Ngamuk Bacok 8 Orang di Grobogan, Dobrak Pintu Rumah Warga

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Aksi brutal seorang pemuda bernama Priyanto di Desa Sengon Wetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terjadi secara beruntun dari dalam rumah hingga ke jalanan desa. Peristiwa pada Minggu (29/3/2026) sore itu mengakibatkan delapan warga menjadi korban, satu di antaranya meninggal dunia.

Kronologi kejadian bermula saat pelaku mendobrak rumah milik Mbah Abu (71). Saat itu, korban bersama keluarganya berusaha menyelamatkan diri ke dalam rumah setelah melihat pelaku datang membawa parang.


Pelaku yang merupakan tetangga korban berhasil masuk setelah menendang pintu hingga terbuka. Pelaku kemudian mengejar penghuni rumah dan mengayunkan parang secara membabi buta. 

Teriakan minta tolong terdengar, sementara korban berlarian dalam kondisi terluka akibat sabetan senjata tajam. Usai dari rumah tersebut, pelaku keluar dan melanjutkan aksinya di luar. 


Ayah pelaku, Suroto sempat berusaha menghentikan dengan menggunakan bilah bambu dan memeluk anaknya. Namun, upaya itu gagal dan justru membuatnya menjadi korban bacokan di bagian punggung, pundak, dan pinggul.

Aksi pelaku semakin tak terkendali saat berada di jalan. Pelaku menyerang warga yang ditemui secara acak hingga memicu kepanikan. 

Warga berlarian menyelamatkan diri, bahkan ada yang meninggalkan sepeda motor karena takut diserang. Pelaku sempat membawa sepeda motor milik warga sejauh 100 meter sebelum akhirnya ditinggalkan. 

Pelaku kemudian kembali menyerang dua warga lanjut usia yang berada di teras rumah. Beruntung, keduanya hanya mengalami luka ringan.

Aksi tersebut akhirnya dihentikan setelah empat warga berinisiatif mengepung dan menjatuhkan pelaku. Priyanto kemudian diikat dan diserahkan ke polisi.

Dalam kejadian ini, enam orang mengalami luka bacok serius di bagian kepala dan leher, sementara dua lainnya luka ringan. Seluruh korban dilarikan ke RSUD Dokter Soedjati Purwodadi untuk mendapatkan penanganan medis. 

Mbah Abu dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan.

"Telah terjadi penganiayaan berat yang menyebabkan satu orang meninggal," ujar Kapolsek Kradenan, AKP Edi Sutarjo, Senin (30/3/2026).

Dia mengatakan, pelaku telah ditangkap dan akan menjalani pemeriksaan kejiwaan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan psikologis untuk memastikan kondisi pelaku.

Sementara itu, sejumlah korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit

Sumber: Inews  
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita