GELORA.CO -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengklaim pasokan energi Indonesia masih aman meski dunia diliputi kekhawatiran akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah.
Namun, pernyataan tersebut memunculkan sejumlah asumsi dan kritik di ruang publik. Sebagian pihak menilai Presiden Prabowo Subianto tidak boleh begitu saja mempercayai klaim tersebut tanpa verifikasi mendalam.
Kritik juga mengacu pada pengalaman sebelumnya, seperti penanganan gangguan listrik di Aceh dan Sumatera Utara, yang disebut-sebut telah dilaporkan pulih meski di lapangan kondisi belum sepenuhnya normal.
Selain itu, muncul pertanyaan terkait optimisme pemerintah, mengingat sejumlah negara lain mulai mengantisipasi potensi krisis energi global. Sementara itu, Indonesia sendiri masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
Menanggapi hal tersebut, analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensat menilai kemungkinan persoalan justru terletak pada kualitas informasi yang diterima menteri dari timnya.
“Mungkin juga pembisik Bahlil yang salah terus. Sebagai menteri dia pasti punya tim, jadi bisa jadi yang keliru adalah pembisiknya,” ujar Hendri kepada RMOL, Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menyarankan agar Bahlil melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim internalnya, guna memastikan data yang disampaikan benar-benar akurat sebelum dilaporkan ke Presiden.
“Bahlil juga harus mengaudit timnya. Jangan sampai data yang salah justru dia sampaikan ke presiden,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
