GELORA.CO - Media Iran, Tasnim News Agency pada Selasa (10/3/2026) melaporkan berbagai spekulasi di media dan sumber berbahasa Ibrani mengenai kemungkinan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengalami cedera atau bahkan meninggal dunia.
Spekulasi mengenai kondisi Netanyahu saat ini muncul karena beberapa hal yang dianggap tidak biasa oleh para pengamat dan media. Salah satunya adalah ketiadaan video terbaru Netanyahu selama hampir tiga hari.
Selain tidak ada video terbaru Netanyahu, tidak adanya foto terbaru selama sekitar empat hari juga diyakini sebagai salah satu faktor yang menguatkan kecurigaan itu.
Media tersebut menyebutkan jika sebelum situasi ini terjadi, Netanyahu dikenal cukup aktif muncul di media dan sering mengunggah setidaknya satu hingga tiga video per hari di saluran pribadinya.
Namun dalam beberapa hari terakhir, pernyataan yang muncul atas namanya hanya berupa teks tertulis, bukan rekaman video seperti biasanya.
Benarkah Benjamin Netanyahu Tewas atau Terluka?
Selain tidak adanya foto dan video terbaru Netanyahu, beberapa sumber media berbahasa Ibrani juga melaporkan bahwa pada 8 Maret terjadi peningkatan pengamanan di sekitar rumah Netanyahu, terutama untuk menghadapi kemungkinan ancaman serangan drone bunuh diri.
Hal ini dianggap tidak biasa dan semakin menambah dugaan bahwa ada situasi darurat terkait keselamatan pemimpin Israel tersebut. Spekulasi juga semakin kuat setelah pembatalan kunjungan dua tokoh Amerika Serikat, yaitu Jared Kushner dan Steve Witkoff, yang sebelumnya dijadwalkan berkunjung ke Israel.
Sebagian pihak menduga pembatalan tersebut mungkin berkaitan dengan situasi yang sedang terjadi di sekitar Netanyahu.
Di sisi lain, pihak Elysee Palace juga sempat merilis laporan tentang percakapan telepon antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Netanyahu, tetapi tidak menyebutkan secara jelas kapan percakapan tersebut berlangsung. Yang dirilis hanya teks percakapan yang disebut sebagai isi komunikasi tersebut.
Hal ini turut memicu berbagai dugaan di kalangan media dan publik terkait kondisi Netanyahu yang sebenarnya.
Media Israel Bantah Tudingan Media Iran
Setelah spekulasi media Iran Tasnim News Agency tentang kondisi PM Israel Benjamin Netanyahu turut dikomentari oleh media Israel, The Jerusalem Post.
JPost pada 10 Maret 2026 menyebut media Iran tersebut hanya mengumpulkan beberapa hal yang dianggap mencurigakan dan tidak menyertakan bukti langsung bahwa Netanyahu terkena serangan atau mengalami cedera.
Selain itu, menurut Jpost, laporan Tasnim juga mengutip klaim tidak langsung dari mantan perwira intelijen AS Scott Ritter, yang disebarkan melalui media Rusia, yang mengatakan bahwa Iran telah mengebom tempat persembunyian Netanyahu dan menewaskan saudaranya.
Cara pemberitaan seperti ini dianggap sebagai bagian dari pola perang informasi, yaitu menggabungkan potongan-potongan fakta yang sebenarnya ada di publik lalu disusun menjadi narasi dramatis yang seolah-olah menunjukkan adanya peristiwa besar yang disembunyikan.
JPost menuding Tasnim sendiri sering disebut memiliki kedekatan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps, dan bahkan pemerintah AS memasukkan media tersebut sebagai organisasi yang memiliki hubungan dengan IRGC.
Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa Netanyahu masih menjalankan tugasnya dan mengeluarkan pernyataan resmi pada 7 Maret. Portal resmi pemerintah Israel juga mencatat bahwa ia mengunjungi lokasi serangan di Beersheba pada 6 Maret.
Selain itu, laporan media independen menyebut bahwa Netanyahu juga melakukan panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 5 Maret.
Rumor mengenai keberadaan atau kondisi Netanyahu sebenarnya bukan pertama kali muncul selama perang ini.
Sebelumnya, militer Iran juga pernah menyatakan bahwa nasib Netanyahu “tidak jelas” setelah dugaan serangan, namun pernyataan itu segera dibantah oleh kantornya sebagai berita palsu.
