Jumlah Tentara AS Tewas Bertambah dalam Konflik Iran, Sebelumnya Sempat Dinyatakan Hilang

Jumlah Tentara AS Tewas Bertambah dalam Konflik Iran, Sebelumnya Sempat Dinyatakan Hilang

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan penambahan jumlah korban tewas di pihak militer AS dalam operasi militer yang berlangsung di Iran. 

Hingga Senin (2/3/2026), waktu setempat, melalui akun media sosial, total prajurit AS yang kehilangan nyawa saat bertugas mencapai enam orang.

Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menjelaskan dua prajurit AS tewas ditemukan berada di sebuah fasilitas militer yang menjadi sasaran utama rudal Iran pada fase awal konflik.


Sebelumnya mereka sempat dinyatakan hilang karena keberadaannya tidak teridentifikasi.

"Hingga pukul 16.00 ET, 2 Maret, tercatat enam prajurit AS telah gugur dalam tugas. Pasukan AS baru saja menemukan jenazah dua anggota militer yang sebelumnya tidak teridentifikasi keberadaannya di fasilitas yang terkena serangan awal Iran di kawasan tersebut," tulis CENTCOM.


Sesuai prosedur militer, identitas prajurit yang tewas masih dirahasiakan selama 24 jam hingga pihak keluarga resmi mendapatkan notifikasi.

Sebelumnya pada hari Minggu, CENTCOM telah mengumumkan tiga korban jiwa pertama dalam konflik ini.

Ketiga prajurit tewas saat menjalankan Operasi Epic Fury di Yaman, yang juga mengakibatkan lima personel lainnya luka parah.


Operasi tersebut difokuskan melumpuhkan target-target kelompok Houthi yang didukung Iran.

Tiga jet tempur AS jatuh, pilot selamat
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa tiga jet tempur jenis F-15E Strike Eagle jatuh di wilayah udara Kuwait akibat incident friendly fire atau salah tembak oleh pasukan kawan, Minggu malam (1/3/2026).

Insiden ini terjadi di tengah situasi medan perang yang sangat kacau, di mana koordinasi antar-sekutu diuji oleh gempuran masif dari pihak Iran.


Berdasarkan rilis resmi CENTCOM, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 23.03 waktu setempat. Ketiga jet F-15E terbang dalam misi mendukung Operasi Epic Fury.

Di waktu bersamaan, wilayah udara Kuwait tengah diserbu kombinasi pesawat tempur, rudal balistik, serta drone milik Iran.

Dalam kondisi pertempuran aktif yang sangat intens tersebut, sistem pertahanan udara Kuwait dilaporkan salah mengidentifikasi jet tempur AS sebagai ancaman dan melepaskan tembakan yang berakibat fatal pada ketiga pesawat tersebut.

Meski kehilangan tiga jet tempur canggih, CENTCOM memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.


Keenam kru pesawat, masing-masing dua personel per jet, berhasil melakukan prosedur pelontaran diri (eject) tepat waktu.

Seluruh awak telah ditemukan dan dievakuasi oleh tim penyelamat dalam kondisi stabil.

Pemerintah Kuwait secara resmi telah mengakui kekhilafan dalam prosedur identifikasi tersebut.

Saat ini, investigasi mendalam tengah dilakukan untuk mengetahui secara pasti kronologi kegagalan sistem komunikasi yang memicu insiden friendly fire tersebut.

Meski diklaim salah tembak oleh pasukan kawan, Iran mengklaim telah menembak jatuh jet tempur AS.

Sumber: Tribunnews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita