GELORA.CO - - Iran melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai wilayah Israel dalam 48 jam terakhir. Hal yang mengejutkan, rudal-rudal mematikan Iran berhasil menghindari sistem pertahanan udara Israel dalam periode tersebut.
Serangan di Kota Dimona, tempat fasilitas penelitian nuklir Israel serta Arad di pesisir Laut Mati, menjadi bukti kegerian serangan udara Iran. Ratusan orang luka dalam serangan di dua kota itu saja.
Beberapa video yang beredar di media sosial menunjukkan, rudal Iran menari-nari, menghindari sistem pertahanan udara Israel, meskipun melesat dalam kecepatan tinggi sebelum menghantam daratan Kota Dimona dalam kegelapan malam.
Serangans serupa terjadi di Arad pada Sabtu (21/3/2026) malam, melukai setidaknya 69 orang. Sebagian di antaranya menderita luka parah.
Beberapa laporan media menyebutkan masih ada warga yang terjebak di reruntuhan bangunan.
Akibat serangan-serangan tersebut, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membuat aturan yang melarang warga melakukan pertemuan lebih dari 50 orang di seluruh Israel bagian selatan. Aturan tersebut berlaku hingga 24 Maret.
Aturan tersebut berlaku untuk daerah-daerah berpenduduk di Gurun Negev, Laut Mati, serta beberapa wilayah lainnya.
"Pertemuan, diizinkan maksimal 50 orang, dengan syarat ruang terlindungi standar, dapat dijangkau tepat waktu," bunyi pernyataan IDF, di Telegram.
Selain itu, intitusi pendidikan di daerah-daerah terdampak dilarang beroperasi hingga tanggal yang ditentukan
Sumber: inews
