GELORA.CO -Eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman baru dengan memperluas sasaran serangan terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars News Agency, IRGC menegaskan bahwa universitas yang terkait dengan AS dan Israel kini dikategorikan sebagai target militer yang sah, sebagai balasan atas serangan terhadap fasilitas pendidikan Iran.
“Mulai sekarang, semua universitas entitas pendudukan (Israel) dan universitas-universitas Amerika di Asia Barat akan dianggap sebagai target yang sah,” demikian pernyataan IRGC, seperti dikutip Senin, 30 Maret 2026.
AS-Israel disebut telah melakukan pemboman berulang terhadap institusi akademik Iran, termasuk Iran University of Science and Technology di Teheran.
IRGC juga menyerukan kepada staf, mahasiswa, serta warga di sekitar kampus-kampus yang berafiliasi dengan AS agar menjauh setidaknya satu kilometer dari lokasi tersebut demi keselamatan mereka, menyusul potensi serangan balasan.
Awal pekan lalu, IRGC telah menuntut Washington untuk mengutuk serangan terhadap universitas Iran atau menghadapi aksi balasan.
Media Iran turut melaporkan sejumlah serangan udara yang menyasar fasilitas pendidikan, termasuk Isfahan University of Technology.
Sejak 28 Februari, serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta negara-negara seperti Yordania, Irak, dan kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Eskalasi ini memicu korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan jalur penerbangan internasional.
Sumber: RMOL
