GELORA.CO -Eskalasi konflik di kawasan Teluk memasuki babak baru setelah Iran melancarkan serangan rudal ke Ras Laffan Industrial City, pusat industri gas utama Qatar, Kamis, 19 Maret 2026.
Serangan ini menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas energi strategis sekaligus memicu kebakaran besar di kawasan yang menjadi tulang punggung ekspor gas alam cair (LNG) dunia.
Perusahaan energi milik negara, QatarEnergy, menyatakan bahwa serangan tersebut menimbulkan dampak signifikan terhadap fasilitas vital.
Tim tanggap darurat langsung diterjunkan untuk mengendalikan situasi dan memadamkan kebakaran yang muncul akibat hantaman rudal.
Otoritas Qatar memastikan seluruh kebakaran berhasil dikendalikan pada Kamis pagi dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Namun demikian, sejumlah fasilitas penting, termasuk unit LNG dan pabrik gas-to-liquids Pearl, dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat serangan lanjutan.
Ras Laffan yang terletak sekitar 80 kilometer di utara Doha merupakan pusat industri energi global dan menjadi lokasi operasi berbagai perusahaan internasional, termasuk Shell.
Shell mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi dampak serangan terhadap asetnya di kawasan tersebut.
"Saat ini kami sedang menilai potensi dampak apa pun terhadap aset yang dioperasikan atau digunakan oleh Shell di Kawasan Industri Ras Laffan dan akan memberikan informasi lebih lanjut pada waktunya," ungkap perusahaan tersebut, seperti dikutip dari Reuters.
Serangan ini memicu reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang memperingatkan Iran agar tidak kembali menargetkan fasilitas LNG Qatar.
Ia bahkan mengancam akan menghancurkan seluruh ladang gas South Pars jika serangan serupa terulang.
Qatar sendiri merespons dengan langkah diplomatik tegas dengan mengusir atase militer dan keamanan Iran serta menetapkan mereka sebagai persona non grata.
Doha juga menyebut serangan tersebut sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional.
Dampak serangan turut dirasakan di kawasan lain. Di Uni Emirat Arab, fasilitas gas di Habshan dan ladang minyak Bab sempat ditutup setelah puing rudal hasil intersepsi jatuh di area tersebut.
Otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa, meski aktivitas energi sempat terganggu.
Para analis memperingatkan, serangan terhadap Ras Laffan berpotensi memicu gangguan jangka panjang pada pasokan gas global, mengingat Qatar merupakan salah satu eksportir LNG terbesar dunia dengan produksi mencapai puluhan juta ton per tahun.
Sumber: RMOL
