GELORA.CO - Terekam detik-detik Iran menyasar pesawat tempur milik Amerika Serikat (AS) F-18 yang tengah terbang di udara.
Dalam video yang dibagikan media Iran Tasnim News Agency pada Kamis (26/3/2026), Iran terlihat berhasil menembak pesawat perang tercanggih di dunia tersebut.
Iran mengklaim satu pesawat tempur AS jenis F-18 berhasil dilumpuhkan oleh Angkatan Udara (AU) Iran.
“Pesawat tempur AS lainnya dihantam oleh pertahanan udara Iran,”
“IRGC Iran mengatakan bahwa satu lagi jet tempur F-18 buatan AS telah dihantam oleh jaringan pertahanan udara terpadu negara tersebut,”
Dijelaskan dalam keterangan tertulis IRGC yang dimuat Press Tv, pihak tentara Iran telah mengumumkan peluncuran gelombang ke-82 operasi pembalasan terhadap koalisi AS-Israel.
Mereka melakukan invasi, menggunakan berbagai jenis rudal dan drone.
IRGC mengatakan bahwa gelombang serangan ini merupakan pembalasan atas serangan udara sebelumnya terhadap infrastruktur penting dan fasilitas sipil di seluruh Iran.
Disebutkan bahwa gelombang tersebut dimulai pada Kamis pagi dan berlanjut sepanjang hari.
Menurut pernyataan tersebut, kepentingan AS yang telah ditentukan di distrik Arifjan dan al-Kharj di Arab Saudi, Situs Logistik Pertahanan AS (kGL), sistem radar Patriot di wilayah Sheikh Isa di Bahrain, depot bahan bakar pendukung militer AS, hanggar untuk pesawat pengintai P8.
IRGC juga menargetkan hanggar untuk drone tempur MQ-9 Reaper, dan antena komunikasi satelit untuk drone yang ditempatkan di pangkalan udara Ali al-Salem hancur akibat serangan sejumlah besar drone kamikaze.
IRGC mengatakan para pejuang dari Poros Perlawanan berhasil melakukan 230 operasi dalam 24 jam terakhir, mencatatkan skala "terluas" terhadap kepentingan AS dan posisi Israel.
Laporan tersebut mencatat bahwa para pejuang dari gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon melancarkan 87 operasi, anggota kelompok Perlawanan Islam Irak melakukan 23 serangan, dan Angkatan Bersenjata Iran melakukan 110 serangan balasan berupa rudal dan pesawat tak berawak.
Pesawat tempur F-18 adalah salah satu pesawat jet tempur tercanggih buatan AS.
Harga jet tempur F/A-18 Super Hornet umumnya berkisar antara $67 juta hingga $73 juta USD (sekitar Rp1 triliun lebih) per unit, tergantung varian (E/F) dan blok.
Varian peperangan elektronik khusus, E/A-18G Growler, memiliki harga lebih tinggi, mencapai sekitar $80 juta USD. Biaya ini mencakup badan pesawat, mesin, dan sistem avionik dasar
Sumber: Wartakota
