AS Incar Minyak Iran, Senator Amerika: Kita akan Dapat Banyak Uang Jika Rezim Teheran Jatuh

AS Incar Minyak Iran, Senator Amerika: Kita akan Dapat Banyak Uang Jika Rezim Teheran Jatuh

Gelora News
facebook twitter whatsapp
AS Incar Minyak Iran, Senator Amerika: Kita akan Dapat Banyak Uang Jika Rezim Teheran Jatuh

GELORA.CO - S
erangan AS ke Iran bukan sekadar persoalan klaim senjata nuklir yang tak jelas. AS ditengarai ingin menggulingkan pemerintahan Iran untuk mencuri minyak mentah Teheran.

Hal itu setidaknya tergambar dari pernyataan senator senior AS dari Republik, partai yang mendukung Donald Trump. 

Menurut Lendsey Graham, AS akan mengendalikan hampir sepertiga minyak dunia dan meraih keuntungan rekor jika berhasil menggulingkan pemerintah Iran.

Graham menyampaikan komentar tersebut pada Ahad (8/3/2026) kepada Fox News ketika harga minyak global melonjak melewati $100 per barel.

Harga minyak itu digambarkan Presiden AS Donald Trump masih sangat kecil atas perang AS-Israel melawan Iran, yang diluncurkan pada 28 Februari.

Graham menggambarkan biaya serangan tersebut sebagai uang terbaik yang pernah dikeluarkan dengan alasan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, sesuatu yang telah dibantah Iran.

"Ketika rezim ini jatuh, kita akan memiliki Timur Tengah yang baru, kita akan menghasilkan banyak uang. Tidak ada yang akan mengancam Selat Hormuz lagi," kata Graham, menambahkan bahwa AS akan memasang pemerintahan yang "ramah" di Teheran.

“Venezuela dan Iran memiliki 31% cadangan minyak dunia. Kita akan menjalin kemitraan dengan 31% cadangan yang diketahui. Ini adalah mimpi buruk bagi China. Ini adalah investasi yang baik.”

Washington juga berupaya mengendalikan sektor minyak Venezuela setelah pasukan komando AS menangkap Presiden Nicolas Maduro pada awal Januari. Pada Sabtu, Trump secara resmi mengakui penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, yang telah mengisyaratkan niat untuk bekerja sama dengan AS.

Iran telah menutup Selat Hormuz sebagai tanggapan terhadap serangan AS-Israel dan telah menyerang beberapa kapal tanker yang mencoba melintasi jalur pelayaran penting tersebut. Serangan menyebabkan gangguan lebih lanjut dalam aliran energi global.

Militer Iran juga telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara Teluk.

Teheran mengecam perang tersebut sebagai agresi tanpa provokasi dan bersumpah untuk tidak tunduk pada tuntutan Trump untuk menyerah tanpa syarat. 

Seperti dilansir laman CNBC internasional, pasar minyak bereaksi tajam. Harga minyak mentah melonjak di atas 110 dolar AS per barel pada Senin pagi setelah beberapa produsen energi Timur Tengah mengumumkan rencana untuk memangkas produksi.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita