Usai Diundang ke Istana, Ormas Islam Setuju Dukung Prabowo Gabung Board of Peace Bentukan Trump

Usai Diundang ke Istana, Ormas Islam Setuju Dukung Prabowo Gabung Board of Peace Bentukan Trump

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 16 ormas Islam, tokoh Islam, hingga pimpinan pondok pesantren sejumlah daerah di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (2/3/2026) berlangsung dengan suasana penuh kehangatan.

Pertemuan berlangsung sekitar empat jam dimana salah satu topik utama yang dibahas yakni, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian.

Di hadapan para ulama dan kiai yang hadir, Prabowo menjelaskan secara gamblang alasan-alasan pemerintah memutuskan bergabung dalam organisasi bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump itu. Salah satu alasannya, karena Prabowo ingin membela dan membantu kemerdekaan rakyat Palestina.

"Hal-hal yang nanti dilakukan di dalam dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya dan menjadi motivasi mereka berpartisipasi di dalam dewan itu untuk membela dan membantu Palestina," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.

Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Salah satunya, dengan mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina.

"Presiden sudah memberi penjelasan tadi, kita nanti akan berpartisipasi dengan mengirimkan pasukan perdamaian yang tugas absolutnya adalah melindungi rakyat Palestina," ucap Gus Yahya, sapaan akrabnya.

Pertemuan Berlangsung Kondusif


Kemudian, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyampaikan pertemuan Prabowo dengan ormas serta tokoh Islam berlangsung kondusif.

Usai mendengarkan penjelasan langsung dari Prabowo, kata dia, para ormas Islam pun sepakat mendukung keputusan Indonesia bergabung Board of Peace (BoP).

"Setelah Pak Presiden menyampaikan secara utuh mulai dari penjelasan umum, situasi global, kemudian situasi di Palestina dan apa yang telah dilakukan Indonesia dan komitmen Indonesia, termasuk kaitannya dengan BoP itu Alhamdulillah semua ormas Islam sangat mendukung langkah politik pemerintah Indonesia untuk terlibat dalam BoP," tutur Mu'ti.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu menilai adanya perbedaan pendapat dikarenakan beberapa ormas dan tokoh Islam belum mendapatkan penjelasan secara utuh soal alasan Indonesia bergabung dalam BoP. Muhammadiyah pun mendukung keputusan Prabowo.

"Ya sama dengan ormas yang lain juga. Kami sangat memahami dan mendukung langkah-langkah pemerintah terkait dengan BoP ini," terang Mu'ti.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sebelumnya sempat meminta pemerintah menarik diri dari BoP pun, akhirnya berbalik arah. Ketua MUI Anwar Iskandar menyatakan pihaknya mendukung keputusan Prabowo bergabung BoP sepanjang organisasi tersebut berjuang untuk kemaslahatan umat.

"Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja. Karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan," tutur Anwar usai pertemuan.

Komitmen Prabowo Perjuangkan Kemerdekaan Palestina


Anwar mengatakan Prabowo menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat secara penuh. Prabowo juga komitmen bekerja sama dengan negara-negara Islam lainnya yang tergabung dalam Board of Peace untuk perdamaian dunia, khususnya di Palestina

Jika nantinya organisasi tersebut tak menghasilkan perdamaian, kata dia, maka Indonesia serta negara-negara Islam lainnya akan keluar dari BoP.

"Apabila di kemudian hari ternyata tidak memberi kemaslahatan dan kebaikan organisasi ini kepada Palestina, kepada perdamaian dunia, maka seluruh negara-negara Islam yang berkumpul di situ akan keluar dari BoP," kata Anwar.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono juga membuka peluang Prabowo keluar dari BoP apabila kebijakannya tak sesuai dengan prinsip Indonesia. Sugiono menegaskan komitmen Prabowo mewujudukan perdamaian dan kemerdekaan di Palestina.

"Ya kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, pertama situasi damai di Gaza sekarang pada khususnya Kemudian situasi damai di Palestina pada umumnya dan akhirnya nanti adalah kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," pungkas Sugiono.

Total ada 16 ormas Islam yang hadir dalam pertemuan bersama Prabowo. Mulai dari, PBNU, MUI, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Persatuan Islam (PERSIS), PP Muslimat NU, Wahdah Islamiyah, hingga Persatuan Ummat Islam.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita