GELORA.CO - Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji, mengakui banyak masalah yang dibahas ketika bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (30/1/2026) lalu. Topik yang dibahas mencakup isu di dalam dan luar negeri.
"Banyak topik. Pertemuan dan bincang-bincangnya 4 jam 30 menit," ujar Susno saat dihubungi, Minggu (1/2/2026).
Susno mengatakan, isu yang dibahas bersama itu mencakup ideologi, politik, sosial budaya, pertahanan hingga perekonomian. Bahkan, kata dia, pertemuan itu turut membahas bergabungnya Indonesia ke Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang diumumkan di Davos, Swiss.
"Ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, Polri, tambang, sawit, pertanian, ekspor, impor, dan 'Naga' yang kuasai perekonomian RI beliau sampaikan secara gamblang, termasuk PoB Davos," ucap Susno.
"Jadi semua masalah nasional dan internasional," katanya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, yang ditemui Presiden Prabowo merupakan tokoh masyarakat untuk berdialog terkait program-program pemerintah.
“Ndak, ndak ada yang oposisi,” kata Prasetyo di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Menurut dia, Prabowo terbuka berdialog dengan semua tokoh termasuk menerima masukan untuk masa depan Indonesia. Prabowo juga membeberkan program prioritas pemerintah yang dijalankan untuk kepentingan rakyat.
Dia mengungkapkan, sejumlah tokoh nasional yang bertemu dengan Prabowo di antaranya Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro hingga mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) Susno Duadji. Ada juga mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad serta mantan Sekretaris BUMN Said Didu.
“Ya, di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan, kemudian ada Pak Susno, diskusi masalah penegakan hukum, macam-macam di situ. Ada beberapa banyak,” kata Prasetyo
Sumber: inews
