Ramai Ayah Tiri Denada Disebut dalam Cerita Serah Terima Bayi Ressa, Sempat Ancam Pistol

Ramai Ayah Tiri Denada Disebut dalam Cerita Serah Terima Bayi Ressa, Sempat Ancam Pistol

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Ramai Ayah Tiri Denada Disebut dalam Cerita Serah Terima Bayi Ressa, Sempat Ancam Pistol

GELORA.CO -
Di tengah ramainya desakan pada Denada untuk mengakui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, ada sosok ayah tiri Denada yakni Ussama Muhammad Al Haddar yang juga disebut dalam cerita tante Ratih, di podcast Denny Sumargo Curhat Bang Denny Sumargo. 

Tante Ratih merupakan tante Denada, adik ipar Emilia Contessa yang merawat Ressa sejak usia 10 hari. 

Dari cerita tante Ratih diketahui bahwa saat niat hendak serah terima Ressa di usia 10 hari, dan hendak ditawar-tawarkan, ada ancaman pistol yang dilakukan oleh suami Emilia Contessa, Ussama Muhammad Al Haddar. 

Ussama merupakan suami Emilia dari pernikahan ketiganya pada tahun 1994.

Sebelumnya, Emil sudah menikah dua kali namun gagal.

Pernikahan pertama dengan Rio Tambunan berlangsung delapan tahun dari 1976-1983 dimana keduanya dikaruniai dua anak yaitu Denada dan Rico. 

Kemudian pada 1988, Emil menikah dengan Abdullah Sidik Sukarty membuahkan seorang anak, tapi keduanya bercerai pada 1992.

Tante Ratih menjelaskan bentuk intimidasi saat serah terima bayi Ressa di usia 10 hari, 24 silam. 

Pihak Emilia Contessa, ibu kandung Denada dan suaminya saat itu, tak mau bayi itu dirawat oleh adik kandung Emilia Contessa atau pihak keluarga. 

Maunya, Ressa ditawarkan kepada sejumlah orang, namun tetap tak ada yang mau menerima. 

Sang kuasa hukum Ressa, Ronald, menjelaskan kalau saat itu sudah ada dugaan skenario kalau Ressa mau dibuang.  

“Saat itu, ya mohon maaf saya tidak bermaksud, ada indikasi bahwa, mau membuang dia,” kata Ronald.  

“Habis itu, namanya keluarga, gak tega lah istri saya ini (anak ibu Ratih) sudah mau bawa Ressa, sampai akhirnya diancam pakai pistol itu,” kata Ronald.

“Yang ancam siapa?” tanya Densu.

“Suaminya mbak Emil (Pak Ussama),” kata Ronald dan Ratih. 

“Mungkin supaya gak terblow-up, biar gak chaos. Karena awalnya sudah ditawar-tawarkan. Istri saya saat itu masih SMA,” kata Ronald. 

Akhirnya Ressa ditawarkan ke Ratih, oleh Emilia Contessa. 

“Ditawarkan ke beberapa orang, satu, sudah punya anak laki kalau perempuan aku mau. Ah gak, karena nanti jadi gak anak tunggal. Akhirnya, biar saya,” ujar Ratih. 

Akhirnya diantar lah Ressa ke tangan Ratih. 

“Tidak pernah dibiayai dari jauh, tidak ada komunikasi selama 24 tahun. Tante gimana kek, kabar Ressa gimana kek, WA kek. Gak ada,” ucap Ratih. 

Ratih menceritakan bagaimana awal mula Ressa bisa diasuh dan dititipkan kepadanya oleh Denada. 

Ressa dibawa jauh dari Jakarta ke Surabaya hingga Banyuwangi di usia 10 hari. 

Karena masih keluarga besar, kehamilan dan kelahiran Ressa terdengar hingga Banyuwangi, apalagi anak Ratih saat itu masih SMA dan seusia Denada dan dekat dengan Denada. 

“Waktu ibu terima dalam 10 hari, bisa diceritakan?” tanya Denny Sumargo. 

“Bisa, jadi waktu itu, Ressa baru 10 hari, saya kan sudah dengar dari anak saya yang pertama itu. Ma, mbak ngelahirin. Lho ngelahirin? Gimana, mati? Saya pikir keguguran, enggak Mah, ada,” cerita Ratih saat bicara pada anak pertamanya kala itu, 24 tahun silam. 

Ressa yang saat itu masih berusia 10 hari, akhirnya dibawa dari Jakarta menuju Surabaya dengan pesawat, dan menempuh perjalanan darat dari Surabaya menuju Banyuwangi.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita