Guru di Jember Telanjangi 22 Siswa-Siswi karena Merasa Uang Rp 275 Ribu Hilang

Guru di Jember Telanjangi 22 Siswa-Siswi karena Merasa Uang Rp 275 Ribu Hilang

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Guru di Jember Telanjangi 22 Siswa-Siswi karena Merasa Uang Rp 275 Ribu Hilang

GELORA.CO
- Guru perempuan berinisial F yang merupakan wali kelas 5 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jelbuk 02 di Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kedapatan menelanjangi 22 siswanya.

Peristiwa ini berawal dari Kamis (5/2) tatkala guru itu merasa kehilangan uang Rp 200 ribu. Keesokan harinya, ia kembali merasa kehilangan uang Rp 75 ribu.

F menggeledah tas para siswa lalu menelanjangi mereka.

Siswa laki-laki diminta untuk membuka seluruh pakaiannya, juga siswa perempuan yang diminta hanya menyisakan pakaian dalam.

Aksi tersebut memicu kemarahan dari wali murid. Wali murid kemudian mendatangi sekolah dan membuka pintu kelas yang ditutup. Video insiden itu viral di media sosial.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahjono, membenarkan peristiwa tersebut.

"Ya, kalau cerita dari yang bersangkutan katanya beliau kehilangan sesuatu dan itu bukan yang pertama kalinya menurut beliau. Nah, pada yang terakhir kehilangan ini beliau itu yang operatif karena bukan yang pertama kalinya. Dan ini yang menjadi kesalahan fatal beliau seperti itu," kata Arief kepada wartawan, Kamis (12/2).

Saat peristiwa itu terjadi, para wali murid mendengar adanya keributan di dalam kelas. Kemudian, para wali murid itu langsung mendobrak kelas tersebut.

"Ya karena ada ribut saja gitu lah. Ada ribut, kemudian wali kelas yang meredam itu, kemudian berhenti. Nah, sehingga ramai. Ini akhirnya wali murid yang mengetahui akhirnya menjadi berita yang seperti ini," ucapnya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember memanggil F beserta para wali murid untuk dimediasi.

"Kita berembuk dengan para wali murid untuk mencarikan jalan dan solusi terbaik agar supaya hal ini tidak berlarut-larut," katanya.

"Alhamdulillah karena pada prinsipnya kami di Dinas Pendidikan ini adalah bagaimana agar supaya KBM atau kegiatan belajar-mengajar ini tidak terganggu oleh hal-hal tersebut. Alhamdulillah ini sudah bisa kita atasi," tambahnya.

Guru Disanksi Mutasi


Kini, F telah dimutasi dan tidak mengajar di sekolahan itu untuk sementara waktu.

"Kami selaku dinas juga harus bertindak profesional sesuai dengan SOP yang berlaku, maka akan ada hal-hal yang harus kita lakukan untuk kita tarik untuk sementara sembari kita berkoordinasi dengan OPD yang lain agar supaya beliau bisa kita pindahkan di tempat yang lain, supaya siswa dan wali murid ini bisa menjalani kegiatan belajar-mengajar dengan baik lagi gitu," ujar dia.

Trauma Healing


Arief menyampaikan, pihaknya juga telah memberikan trauma healing bersama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada para siswa tersebut.

"Agar supaya adik-adik siswa ini tidak ada rasa trauma yang terlalu mendalam. Ini adalah hal-hal yang sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan untuk mengatasi masalah tersebut," ujarnya.

Kadisdik Minta Maaf


Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa tersebut.

"Oleh karena itu saya selaku Kepala Dinas Pendidikan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para wali murid. Kami akan memperbaiki kinerja agar supaya tidak terjadi lagi di masa-masa yang akan datang," kata dia.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita