Sosok Teman Kuliah Jokowi di UGM yang Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Mengada-ada Soal Ijazah Palsu

Sosok Teman Kuliah Jokowi di UGM yang Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Mengada-ada Soal Ijazah Palsu

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  – Isu tudingan ijazah palsu yang kembali diarahkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo terus menuai respons dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Mustoha Iskandar, teman satu angkatan Jokowi saat menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mustoha menilai tuduhan yang dilontarkan Roy Suryo dan pihak-pihak lain tidak berdasar dan cenderung dibuat-buat.


Menurutnya, sebagai orang yang pernah berkuliah bersama, ia memastikan keaslian ijazah Jokowi tidak perlu lagi diperdebatkan.

"Ya sebenarnya ini kan menurut saya mengada-ngada aja ya. Karena Pak Jokowi kan sudah jelas ijazahnya asli ya kan. Tapi kan orang mempertanyakan itu ya," kata Mustoha dikutip SURYA.co.id dari Kompas TV, Kamis (29/1/2026).

Penegasan dari Rektor UGM dan Putusan Bareskrim

Lebih jauh, Mustoha mengingatkan bahwa persoalan keaslian ijazah Jokowi bukan hanya dijelaskan oleh teman kuliah, melainkan sudah ditegaskan secara resmi oleh institusi berwenang.

Ia menyebut pihak Rektor UGM telah menyampaikan pernyataan terbuka terkait status ijazah Jokowi.

Selain itu, Bareskrim Polri juga telah melakukan pemeriksaan forensik dan menyimpulkan bahwa dokumen tersebut identik dengan ijazah milik rekan-rekan seangkatannya.

"Kalau bicara murni ijazah kan Rektor (UGM) sudah menyatakan bahwa ijazah itu asli ya kan. Bareskrim juga sudah memutuskan bahwa itu identik dengan ijazah teman-temannya yang asli. Mestinya sudah selesai ya kan," terang Mustoha.

Isu Materai dan Kacamata Dinilai Sekadar Penggiringan Opini


Meski sudah ada pernyataan resmi, Mustoha menilai isu ijazah palsu Jokowi justru terus digulirkan ke berbagai arah yang tidak substansial.

Ia menyoroti munculnya perdebatan seputar materai hingga penampilan Jokowi dalam foto ijazah.



"Tapi ini kan terus digiring-giring ya opini macam-macam ya, termasuk misalnya materai materai 500. Enggak ada materai 500 materainya 100 kan. Targetnya mungkin hanya penggiringan opini publik, yang ijazah Pak Jokowi itu palsu. Pak Jokowi dibilang berkacamata. Ya, padahal kan banyak teman-teman yang fotonya berkacamata ya."

Mustoha juga menilai perbandingan foto lama dengan kondisi Jokowi saat ini tidaklah relevan dan cenderung menyesatkan.

"Bilang foto ijazah dengan foto yang Pak Jokowi sekarang berbeda. Iya. Pasti orang yang tidak pernah melihat Pak Jokowi 45 tahun yang lalu, pasti akan melihatnya berbeda ya kan.

Jokowi Dulu dan Sekarang Tetap Sama


Sebagai orang yang mengikuti perjalanan hidup Jokowi sejak masa mahasiswa, Mustoha menegaskan tidak ada perubahan mencolok yang membuatnya meragukan identitas Presiden ke-7 RI tersebut.


Ia mengaku telah berkali-kali bertemu Jokowi dalam berbagai momen, mulai dari reuni alumni hingga saat Jokowi menjabat sebagai wali kota, gubernur, hingga presiden.

"Tapi bagi kita teman-temannya yang melihat Pak Jokowi sejak tahun 80 terus jadi walikota, kita reuni jadi gubernur, reuni jadi presiden, reuni sampai sekarang juga sering reuni enggak ya? Pak Jokowi difoto sama dengan Pak Jokowi yang sekarang Presiden RI ke-7. Enggak ada bedanya ya," pungkas Mustoha.

Bertempat di kediaman Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Banjarsari, Solo, Selasa (27/1/2026), sejumlah teman seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) gelar silaturahmi sekaligus mengenang masa kuliah.

Suasana pertemuan berlangsung santai dan penuh keakraban.

Mereka berkumpul usai di antaranya ada yang menjadi saksi dalam sidang Citizen Lawsuit (CLS) terkait ijazah Jokowi di PN Surakarta.

“Dari sidang terus ini kebetulan teman-teman satu angkatan di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 support sebagai teman."

"Ada dua orang sebagai saksi satu angkatan di Fakultas Kehutanan ke sini untuk silaturahmi. Ketawa-ketawa aja cerita lucu-lucu aja. Reuni tipis-tipis,” jelas salah satu teman seangkatan Jokowi, Mustoha Iskandar.

Di sela-sela reuni, Jokowi dan teman-temannya sempat berfoto bersama di depan rumah Jokowi.


Tampak Jokowi mengenakan topi dan kemeja putih lengan panjang yang memang identik dengan gayanya selama ini.

Sosok Mustoha Iskandar

Mustoha Iskandar masuk ke Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1980, bersama dengan Jokowi. 

Saat kuliah, Mustofa aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam dan menjadi Ketua Umum Koordinator Komisariat (Korkom) UGM tahun 1982-2083. 

Jabatannya naik menjadi Ketua HMI Jogjakarta tahun 1983-1984. 

Mustofa lulus berselang satu tahun setelah Jokowi lulus tahun 1985. 

Hal ini beralasan karena selain berkuliah di Fakultas Kehutanan UGM, dia juga berkuliah di IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. 

Setelah lulus, Mustoha melanjutkan pendidikan S2 Ekonomi Manajemen Pembangunan di Los Banos, Philipina. 

Tak berhenti sampai di situ, Mustoha sukses meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 2006.


Tujuh tahun berselang, ia lulus dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta.

Dari kampus tersebut, Mustoha berhasil meraih gelar Sarjana Hukum.

Mustoha Iskandar saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero).

Dikutip dari laman Pupuk Indonesia, jabatan itu diembannya sejak 4 Agustus 2020.

Sebelum menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero), Mustoha juga menduduki posisi serupa di PT Pusri Palembang pada 2016-2018.

Selama di PT Pusri Palembang, Mustoha beberapa kali mengisi kuliah umum.

Di antaranya di Universitas Bengkulu pada Oktober 2017 dan di Universitas Kuningan pada September 2018.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani selama tiga bulan, yakni Agustus-November 2016.


Mustoha juga pernah menjadi Direktur Utama Perhutani periode 2014-2019 menggantikan Bambang Sukmananto, dilansir laman Perhutani.

Sumber: Tribunnews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita