Polisi di Asahan Panik dan Kabur Usai Tabrak Empat Motor, Dikejar Massa

Polisi di Asahan Panik dan Kabur Usai Tabrak Empat Motor, Dikejar Massa

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Polisi di Asahan Panik dan Kabur Usai Tabrak Empat Motor, Dikejar Massa

GELORA.CO
- Heboh. Itulah kata yang tepat menggambarkan suasana di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Jumat lalu. Sebuah insiden tabrak lari yang melibatkan satu mobil dan empat sepeda motor tiba-tiba menjadi buah bibir, terutama setelah videonya membanjiri media sosial.

Rekaman yang beredar itu cukup menegangkan. Sebuah mobil terlihat melaju kencang, menghindari kejaran puluhan warga yang mengejar dengan motor. Awalnya, mobil itu menabrak dua motor di Jalan M Yamin, Kisaran. Tapi alih-alih berhenti, pengemudinya malah ngegas. Dia kabur.

Kejaran pun berlanjut. Massa yang geram tak mau melepasnya. Mobil itu akhirnya terjepit kemacetan di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Desa Sei Bluru. Di situlah puncak ketegangan terjadi.

Warga berkerumun, emosi memuncak. Beberapa orang nyaris menghakimi si pengemudi yang masih bertahan di dalam mobil. Situasinya hampir ricuh. Namun, kemudian tersiar kabar yang justru bikin publik terkejut: pengemudi mobil itu ternyata seorang polisi.

Informasi ini kemudian dibenarkan oleh pihak kepolisian. Kasi Humas Polres Asahan, AKP Herli D Damanik, mengkonfirmasi kejadian tersebut.

"Memang benar terkait video viral tentang tabrakan yang terjadi di beberapa titik pada hari Jumat," ujar Herli, Sabtu (10/1/2026).

Menurut penjelasannya, sang pengemudi yang adalah anggota polisi mengaku panik. "Alasannya ketakutan. Diawali dengan kena senggol di daerah pajak lama. Karena merasa ketakutan dikejar, kemudian dia lanjutkan dan kembali terjadi tabrakan di tempat lain," paparnya.

Rasa panik itulah yang akhirnya mendorongnya untuk lari, bukannya berhenti dan bertanggung jawab. Pilihan itu yang kemudian memicu kejadian beruntun, dari satu titik kecelakaan ke titik lainnya, hingga berakhir dengan kejaran massa.

Untungnya, situasi bisa diredam. Pelaku diamankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari massa. Pascakejadian, proses penyelesaian diambil.

"Kami terima kasih dengan adanya berita ini dari media. Perintah Pak Kapolres agar ditindaklanjuti. Kami ke TKP dan membawa korban ke rumah sakit. Semua berjalan baik dan diselesaikan secara kekeluargaan, tidak ada tuntutan dari korban," tambah Herli.

Anggota polisi yang bersangkutan juga telah mendatangi para korban. Mereka memilih jalur damai, musyawarah, ketimbang berpanjang-panjang di ranah hukum. Meski begitu, peristiwa ini tentu meninggalkan catatan penting, terutama karena pelakunya adalah aparat yang seharusnya jadi contoh dalam menaati hukum. Sebuah ironi yang sayangnya, terjadi di tengah jalan.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita