GELORA.CO - Nama Ratu Alfauziah kembali menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial. Dalam beberapa hari terakhir, warganet ramai menelusuri akun miliknya mulai dari TikTok, Instagram, hingga X. Perhatian publik ini bukan tanpa alasan, sebab salah satu video yang diposting di akun TikTok resminya mendadak mencatat jumlah penonton yang cukup tinggi dan menjadi video dengan engagement paling besar dibanding unggahan lainnya.
Saat ditelusuri, terdapat satu video yang dipasang sebagai postingan pin dengan jumlah penonton lebih dari 63 ribu. Menariknya, video tersebut justru menonaktifkan kolom komentar, sehingga memicu rasa penasaran netizen. Caption yang digunakan berisi kisah perjalanan emosional tentang impian masa kecil yang akhirnya terwujud melalui pengalaman liburan ke Disneyland Hong Kong.
Kenapa Video Ratu Alfauziah Viral Bisa Viral?
Dalam video tersebut, Ratu Alfauziah tampil mengenakan busana bernuansa pink lengkap dengan bando pita, menciptakan kesan ceria dan playful. Konten ini menampilkan konsep before after, dimulai dari suasana siang hari ketika ia mengunjungi kawasan Disneyland, lalu berlanjut ke malam hari dengan pesta kembang api dan pertunjukan air mancur berwarna yang memukau.
Visual yang estetik, konsep emosional tentang inner child, serta latar tempat ikonik membuat video ini dengan cepat menyebar. Banyak pengguna TikTok yang membagikan ulang potongan video tersebut, meski tidak bisa berinteraksi langsung melalui kolom komentar.
Namun, viralnya video ini ternyata berkembang ke arah lain. Di luar konten liburan tersebut, muncul istilah “Ratu Alfauziah blunder viral” yang mulai ramai diperbincangkan di kolom komentar akun lain dan berbagai unggahan spekulatif.
Kronologi Munculnya Isu Video Call
Isu bermula ketika sejumlah netizen mengklaim adanya cuplikan video lain yang diduga menampilkan Ratu Alfauziah sedang melakukan video call. Dalam narasi yang beredar, ia disebut tengah asyik berkomunikasi melalui video call dengan ekspresi santai dan ceria.
Beberapa potongan cerita menyebutkan adanya gestur tertentu yang dianggap sensitif, di mana lawan bicaranya diduga melakukan gerakan tertentu lalu ditiru oleh Ratu Alfauziah dengan objek berbeda. Cerita ini menyebar cepat, meskipun hingga kini tidak ada bukti kuat yang benar-benar terverifikasi.
Situasi ini memicu banyak pencarian terkait link video asli, terutama di kolom komentar dan forum diskusi. Sayangnya, banyak pihak tidak bertanggung jawab memanfaatkan rasa penasaran publik dengan menyebarkan tautan palsu.
Apakah Ada Link Video Asli di Terabox?
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan netizen, disebutkan bahwa video yang dimaksud konon tersimpan di platform Terabox. Namun hingga saat ini, belum ditemukan bukti valid yang mengonfirmasi keberadaan video blunder tersebut secara nyata.
Banyak link yang mengatasnamakan video Ratu Alfauziah ternyata hanya hoaks, mengarah ke situs tidak relevan, atau bahkan berpotensi berbahaya. Netizen diimbau untuk berhati-hati, karena beberapa tautan sengaja dibuat menyerupai nama platform resmi guna mengecoh pengguna.
Sampai sekarang, satu-satunya konten yang bisa dipastikan keasliannya hanyalah unggahan di akun TikTok resmi Ratu Alfauziah dengan jumlah pengikut hampir 200 ribu.
Cara Nonton Video Viral dengan Aman
Bagi pengguna media sosial yang ingin mengikuti perkembangan viral ini tanpa risiko, ada beberapa langkah aman yang bisa dilakukan. Pertama, pastikan hanya mengakses akun resmi dengan username yang sesuai dan jumlah pengikut yang masuk akal. Akun tiruan sering kali memiliki perbedaan kecil pada nama pengguna.
Kedua, hindari mengklik tautan dari komentar atau pesan pribadi yang menjanjikan video asli. Biasanya, link semacam ini mengarah ke situs palsu atau spam. Ketiga, gunakan aplikasi resmi dan perbarui sistem keamanan perangkat untuk meminimalkan risiko.
Jika sebuah video memang valid dan diunggah secara resmi, biasanya akan muncul di platform utama tanpa perlu melalui tautan mencurigakan.
Kesimpulan
Viralnya nama Ratu Alfauziah berawal dari konten liburan yang emosional dan visual yang kuat, lalu berkembang menjadi isu video call yang masih dipenuhi spekulasi. Hingga kini, belum ada bukti jelas mengenai keberadaan video blunder yang diklaim netizen. Masyarakat diharapkan tetap bijak, tidak mudah percaya pada link palsu, dan hanya mengakses konten dari sumber resmi agar terhindar dari risiko digital.
