Jenderal IRGC: Israel akan Rata dengan Tanah Jika Kembali Serang Iran

Jenderal IRGC: Israel akan Rata dengan Tanah Jika Kembali Serang Iran

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Jenderal IRGC: Israel akan Rata dengan Tanah Jika Kembali Serang Iran

GELORA.CO - 
Penasihat senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadier General Morteza Ghorbani menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran saat ini berada pada level kesiapsiagaan tertinggi dan siap untuk merespons segala bentuk agresi dari Israel dan Amerika Serikat (AS). Ghorbani mengungkapkan, bahwa 400 unit dari unsur IRGC dan Angkatan Darat dalam status waspada tinggi.

"Mereka siap. Jika serangan apapun terjadi, mereka akan meratakannya (Israel) dengan tanah," kata Ghorbani dikutip Mehr News, Selasa (6/1/2026).

Ghorbani menambahkan, Angkatan Darat, IRGC, dan Pasukan Penegak Hukum bersiap dengan "meletakkan tangan mereka di pelatuk" dan dalam kesiapan operasi secara penuh. "Dengan kebanggaan, saya mengatakan bahwa, Angkatan Darat, IRGC, dan polisi sangat siap, dan level penangkalan saat ini sebagai warisan dari nama dan jalan yang ditempuh oleh martir Jenderal Qassem Soleimani."

Pada Selasa, Sekretariat Dewan Pertahanan Tertinggi Iran juga mengingatkan bahwa aksi tak bersahabat dari pihak luar terhadap Iran akan memprovokasi sebuah respons tegas dan proporsional. Sekretariat mengutuk eskalasi dari pihak musuh yang melontarkan bahasa ancaman dan intervensi terhadap Iran.

Pernyataan Sekretariat menegaskan bahwa keamanan Iran, kemerdekaan, dan integritas teritorial, merupakan garis merah tak terpatahkan, pengingat bahwa aksi agresi apapun atau sikap tak bersahabat akan bertemu dengan sebuah respons yang tepat, tegas, dan proporsional. Republik Islam Iran tidak akan membatasi respons setelah keputusan pembalasan diambil.

Netanyahu hubungi Putin


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta pertolongan dari Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyampaikan pesan kepada Iran bahwa Tel Aviv tidak memiliki niat melancarkan serangan. Seperti dilaporkan media Israel dilansir Anadolu, Selasa (6/1/2026), permintaan Netanyahu itu ditengah ketakutan Israel atas langkah serangan pendahuluan akan diambil oleh Iran.

Menurut lembaga penyiaran publik KAN, mengutip sumber diplomatik anonim, Netanyahu meninta kepada Putin untuk menyampaikan pesan 'kepastian' kepada Iran bahwa Israel tidak memiliki rencana untuk melancarkan serangan. KAN melaporkan, pesan itu belum lama ini dikirim ke Iran, termasuk lewat perbincangan telepon antara Netanyahu dan Putin.

KAN juga melaporkan bahwa Putin pada Oktober 2025 juga sudah pernah diminta oleh Netanyahu untuk menyampaikan pesan yang sama kepada Iran. Namun demikian, di hadapan Knesset pada Senin (5/1/2026), Netanyahu mengatakan bahwa ia mengirim pesan ke Iran bahwa jika Israel diserang, Iran akan menghadapi "konsekuensi yang sangat parah."

Masih berdasarkan laporan KAN, saat ini terhadap kekhawatiran di kalangan pemerintahan Israel bahwa sebuah miskalkulasi oleh Iran bisa memicu sebuah serangan yang disebabkan oleh kekhawatiran Teheran akan kembali diserang oleh Israel. Beberapa pekan terakhir, kepemimpinan politik dan keamanan Israel menggelar serangkaian diskusi terkait isu keamanan, termasuk membahas Iran.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita