Ibadah di Tanah Suci Bukan Medan Tempur, tapi Prabowo Lebih Pilih TNI-Polri Jadi Petugas Haji

Ibadah di Tanah Suci Bukan Medan Tempur, tapi Prabowo Lebih Pilih TNI-Polri Jadi Petugas Haji

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Ibadah di Tanah Suci Bukan Medan Tempur, tapi Prabowo Lebih Pilih TNI-Polri Jadi Petugas Haji

GELORA.CO -
  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan harapan agar komposisi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) ke depan didominasi oleh unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Harapan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Keinginan Presiden itu dinilai bukan tanpa alasan.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengungkapkan bahwa Prabowo menilai unsur TNI dan Polri memiliki karakter yang sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem Arab Saudi yang kerap mencapai suhu tinggi.

Menurut Abdul Wachid, pelaksanaan ibadah haji bukan hanya soal pelayanan administratif dan keagamaan, tetapi juga menuntut ketahanan fisik, disiplin tinggi, serta kemampuan bekerja dalam tekanan.

Faktor-faktor inilah yang selama ini identik dengan karakter personel TNI dan Polri.

“Pak Presiden melihat bahwa situasi di lapangan saat musim haji sangat berat. Suhu panas ekstrem, jumlah jamaah sangat besar, dan kondisi darurat bisa terjadi kapan saja. Karena itu dibutuhkan petugas yang disiplin, kuat secara fisik, dan siap bekerja di bawah tekanan,” ujar Abdul Wachid, dikutip pojoksatu.id dari instagram @kuliahsaham (14/1/2026).

Meski demikian, keinginan Presiden Prabowo agar PPIH didominasi unsur TNI-Polri belum sepenuhnya terwujud.

Wakil Menteri Agama Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa hingga saat ini komposisi petugas haji masih melibatkan berbagai unsur lainnya.

Dahnil menyebutkan, selain TNI dan Polri, terdapat pula keterlibatan dari unsur masyarakat sipil, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) yang juga memiliki keinginan dan pengalaman dalam pelayanan jamaah haji.

Pemerintah masih melakukan pertimbangan agar komposisi petugas tetap seimbang dan sesuai kebutuhan.

“Masih ada ruang diskusi dan pertimbangan. Unsur lain, termasuk ormas, juga memiliki kontribusi dan pengalaman. Kita ingin penyelenggaraan haji berjalan optimal,” kata Dahnil.

Kendati belum sepenuhnya sesuai harapan Presiden, keterlibatan TNI dan Polri dalam penyelenggaraan haji tahun ini mengalami peningkatan signifikan.

Jumlah petugas dari dua institusi tersebut tercatat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah mulai menaruh perhatian lebih besar pada aspek kedisiplinan, profesionalisme, dan kesiapsiagaan dalam pelayanan jamaah haji Indonesia.

Terlebih, tantangan penyelenggaraan haji setiap tahun semakin kompleks, seiring bertambahnya jumlah jamaah dan ketatnya regulasi di Arab Saudi.

Dengan komposisi petugas yang semakin diperkuat oleh unsur TNI dan Polri, pemerintah berharap kualitas pelayanan haji dapat meningkat, sekaligus meminimalkan risiko di lapangan.

Wacana dominasi TNI-Polri dalam PPIH pun diperkirakan masih akan terus menjadi pembahasan dalam perbaikan tata kelola haji nasional ke depan.***
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita