Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandungnya, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi

Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandungnya, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Denada akhirnya mengakui bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya. Bukan oleh Denada, hal ini disampaikan oleh pengacaranya, Iqbal. 

"Diakui. Mba Denada itu tidak pernah tidak mengakui Ressa sebagai anaknya," kata Iqbal dalam wawancara virtual, Kamis, 29 Januari 2026.

Terkait Denada yang terus bungkam, Iqbal mengatakan kalau kliennya masih syok atas gugatan penelantaran anak yang diajukan Ressa di Pengadilan Negeri Banyuwangi. 

"Kita tenang, cooling down-lah intinya. Supaya nanti kita sambil berpikir introspeksi diri juga," ujar Iqbal.

Denada ikut biayai hidup Ressa


Iqbal menegaskan, Denada tidak pernah memiliki niat untuk tidak mengakui Ressa sebagai anaknya.

Bahkan, segala kebutuhan hidup Ressa diklaim sudah dipenuhi dengan sangat layak oleh keluarga besar penyanyi tersebut.

Bukan hanya diakui, Iqbal juga mengklaim kalau Denada yang selama ini membiayai hidup Iqbal hingga sekolahnya di Banyuwangi.

"Mas Ressa ini, bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak ya, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan," ucapnya.

Karena itu Iqbal heran mengapa sampai ada gugatan di pengadilan. Padahal komunikasi pun terus terjalin.

"Kok tiba-tiba ada gugatan ini, ya juga aneh," ucapnya.

Jawaban soal Ressa menjadi sopir


Mengenai kabar Ressa yang harus bekerja sebagai sopir dengan gaji kecil, Iqbal memberikan pembelaan.

Ia mengatakan bahwa hal itu adalah bagian dari cara keluarga mendidik Ressa agar menjadi pribadi yang mandiri dan punya daya juang.

"Jadi gini saya luruskan ya, almarhum Bu Emilia Contessa ya katanya apa ya menjadikan Ressa ini sopir, itu gini Mbak. Kita ambil segi positif ya, itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja," ungkap Iqbal memberikan klarifikasi.

Iqbal juga membandingkan nilai gaji yang diterima Ressa dengan biaya hidup di tempat tinggalnya.

Menurutnya, upah yang diberikan kepada Ressa setiap bulannya sudah tergolong besar untuk standar hidup masyarakat di daerah Banyuwangi.

"Gaji dua setengah (juta) di Banyuwangi besar tuh, dua juta setengah itu. Sehingga ketika kayak orang tua ini ngasih pendidikan kayak gitu ke anak, ya apa salahnya? Supaya dia tidak manja cuma minta nadong gini ke orang tua kan ya ndak enak lah," ucapnya lagi.

Pihak Denada menilai didikan yang diberikan kepada Ressa adalah hal yang wajar bagi orangtua.

"Bahkan kalau orang-orang Chinese gitu pendidikannya lebih keras lagi supaya anak ini jadi anak yang benar-benar bisa dibanggakan lah," kata Iqbal.

"Bukan mengambil segi negatif 'ini kok tega jadi sopir', waduh salah kaprah itu," imbuhnya.

Dibongkar pengacara, Ressa punya mobil dan hidupnya hedon


Tuduhan bahwa Ressa tidak diperhatikan oleh Denada dibantah keras oleh sang pengacara.

Iqbal justru membongkar fakta bahwa Ressa selama ini menikmati fasilitas yang mewah dan bergaya hidup cukup berlebihan di kampung halamannya.

"Lho tadi kan sudah tak jelaskan, Ressa ini bukan hanya sekadar diakui. Dia dibiayai, disekolahkan, difasilitasi," kata Iqbal.

Ia menambahkan, "Sampeyan kalau tinggal di Banyuwangi mungkin sampeyan tahu, hidupnya hedon lho untuk kelas Banyuwangi."

Iqbal menyebutkan bahwa segala fasilitas yang ada di tangan Ressa saat ini adalah hasil pemberian dari Denada. Salah satu fasilitas nyata yang diberikan adalah mobil.

"Ressa ini dibiayai, difasilitasi semua ada, dikasih mobil," lanjut Iqbal.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita