Cewek Ini Diburu Netizen Usai Tukang Es Gabus Difitnah dan Dianiaya Aparat: Tuntut Rp1 Miliar!

Cewek Ini Diburu Netizen Usai Tukang Es Gabus Difitnah dan Dianiaya Aparat: Tuntut Rp1 Miliar!

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -
  Nasib Sudrajat, 50, penjual es gabus keliling, mendadak viral dan tuai simpati publik setelah video dirinya dituduh menggunakan bahan berbahaya spons tersebar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar, Suderajat yang tengah berjualan di Kemayoran, Sabtu (24/1/2026), sekitar lima orang menghampirinya, mempertanyakan bahan dagangan.

Di antaranya tampak berseragam polisi dan tentara.

Mereka lalu meremas dan merusak sekitar 150 es gabus miliknya.

Sudrajat yang telah berjualan es gabus selama 30 tahun itu bahkan mengalami kekerasan fisik, dipukul dan ditendang.

Aksi aparat dalam video itu langsung memicu kemarahan netizen.

Di mana dua oknum aparat itu adalah Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Hari Purnomo.

Namun, selain aksi oknum polisi dan tentara arogan tersebut, netizen kini juga menyorot sosok perempuan muda dalam video

Cewek itu diduga menjadi salah satu pihak yang menuding es gabus Sudrajat mengandung spons bedak, yang kemudian menjadi salah satu dasar laporan terhadap penjual itu.

Seperti terlihat dalam video yang diunggah akun Threads @apri_idn pada Selasa (27/1/2026), Luna terdengar mengatakan ikut menuding Suderajat.

"Ini mah spons, spons bedak. Masa agar-agar bisa diperas kayak gini? Astagfirullah, nggak mungkin agar ini," ujarnya.

Pernyataan cewek yang belakangan diketahui bernama Luna itu, disebut-sebut menjadi salah satu bukti laporan M Arief Fadillah ke call center 110.

Masih dari akun @apri_idn, perempuan bernama Luna itu kini jadi sorotan dan diburu netizen.

Bahkan, ada yang menguliti sosok Luna, hingga umur dan alamat rumahnya.

Namun, akun medsos Luna kini disebut telah menghilang.

"Just info akun IGnya udah di non aktifkan," tulis akun itu.

"Luna, dimanapum elu ngumpet pasti dapet! Mending dr skrg siapin naskah permintaan maaf," komen @ena******.

Netizen bahkan juga mendorong untuk menuntut Luna sebesar Rp1 miliar.

"Warganet menilai tuntutan 1 Miliar adalah harga yang pantas untuk martabat dan rezeki yang telah dirampas. Mari lebih bijak dalam bersosial media," tulis @ver*****.

Polisi Turun Tangan dan Fakta Terungkap


Kasus ini mendapat perhatian aparat Polres Metro Jakarta Pusat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, sampel es gabus Sudrajat yang dituduh pakai bahan spons langsung diamankan untuk diuji laboratorium.

Hasil uji dari Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memastikan semua dagangan aman dan layak konsumsi, tanpa zat berbahaya atau spons sebagaimana isu viral.

"Semua produk layak dikonsumsi. Kami juga kirim ke Dinas Kesehatan dan Labfor Polri untuk hasil resmi," ujar Roby.

Penyelidikan bahkan menelusuri pabrik es di Depok, yang tetap membuktikan tidak ada penggunaan bahan berbahaya.

Sebagai bentuk empati, polisi mengganti kerugian atas dagangan yang disita.

“Kami ingin masyarakat terlindungi, tapi pedagang kecil juga tidak dirugikan,” ucap dia.

Permintaan Maaf Aparat


Setelah fakta terungkap, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa yang terekam di video menyampaikan permintaan maaf terbuka pada Selasa (27/1/2026).

Ikhwan mengaku bertindak cepat menanggapi laporan masyarakat, namun salah karena menyimpulkan sebelum hasil uji laboratorium keluar.

"Kami memohon maaf sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau," katanya.

Sementara itu, identitas Luna, yang awalnya viral karena tudingannya, kini menjadi sorotan netizen. 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita