Ayah Lula Lahfah Tak Yakin Teriakan Dini Hari Suara Anaknya, Singgung Sosok Lain di Dalam Kamar

Ayah Lula Lahfah Tak Yakin Teriakan Dini Hari Suara Anaknya, Singgung Sosok Lain di Dalam Kamar

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Ayah Lula Lahfah Tak Yakin Teriakan Dini Hari Suara Anaknya, Singgung Sosok Lain di Dalam Kamar

GELORA.CO -
  Ayah Lula Lahfah, Muhammad Feros tak yakin suara teriakan dari dalam kamar apartemen adalah suara anaknya.

Ia menyinggung adanya sosok lain dari dalam kamar tersebut yang menjadi asal sumbernya suara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut, asisten rumah tangga (ART) Lula Lahfah sempat mendengar teriakan kesakitan dari dalam kamar Lula Lahfah.

"Malam sebelum ditemukan, saudari Lula Lahfah pulang sekitar pukul 22.00 WIB kemudian dia masuk kamar terus pukul 02.00 dini hari ART mendengar dia kayak kesakitan," kata Budi.

Lalu pada Jumat (23/1) pukul 09.00 WIB, ART mencoba mengetuk pintu namun tidak ada jawaban hingga siang hari.

Karena khawatir, ART menghubungi keluarga dan teman dekat Lula pada sore hari.

Pihak apartemen akhirnya diminta bantuan untuk membuka pintu yang terkunci dari dalam.

Pukul 17.50 WIB, Lula ditemukan meninggal dunia dalam posisi telentang di atas kasur, mengenakan kaus putih, celana pendek hitam, dan tertutup selimut putih.

Keraguan Ayah Lula Lahfah 


Menanggapi laporan teriakan tersebut, Muhammad Feroz menyebut ia tidak yakin itu suara anaknya.

"Aku pribadi beneran enggak tahu. Mungkin saja itu yang membantu anak saya," ungkapnya dikutip dari channel Reyben Entertainment.

Feroz menambahkan bahwa saat pintu dibuka oleh ART dan manajemen apartemen, asisten pribadi Lula Lahfah ada di lokasi.

Asisten Lula Lahfah itu pun mendengar teriakan kaget dari ART saat menemukan jenazah.

"Cuma pembantu sama manajemen apartemen aja yang buka pintu. Asisten dia juga ada pas di situ dengar teriakan pembantu itu. Jadi kaget semua lah," jelasnya. 

Hingga Selasa (27/1), Feroz belum menerima informasi lanjutan dari pihak berwenang.

Kejanggalan ini membuat kepolisian ikut turun tangan melakukan penyelidikan.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah obat-obatan serta surat rawat jalan rumah sakit di kamar Lula Lahfah.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes I Putu Yuni Setiawan, mengungkapkan adanya temuan sejumlah obat-obatan serta surat rawat jalan rumah sakit di dalam kamar.

Hal ini diperkuat keterangan ART bahwa sehari sebelumnya, Kamis, Lula Lahfah baru saja berobat bersama sopir atau asisten pribadinya yang bernama Sindy.

Pihak kepolisian juga mengungkap riwayat medis Lula.

"Korban almarhum itu habis operasi batu ginjal ya, tanggalnya lagi dicek ke RSPI. Habis operasi batu ginjal, sama asam lambung akut," jelas Kombes Budi Hermanto.

Kondisi kesehatan ini diduga berkaitan dengan suara erangan yang didengar saksi sebelum korban ditemukan tutup usia.

"Terus jam 02.00 dini hari, ART mendengar dia kayak kesakitan. Iya orang kesakitan, erangan," kata Kombes Budi.

Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berjalan.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi secara intensif, mencakup ART, sopir, asisten pribadi, hingga musisi Reza Arap yang menjalani pemeriksaan selama berjam-jam untuk mendalami kasus ini.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita