Ahok Beberkan Alasan Mundur dari Komut: Beda Pandangan dengan Jokowi

Ahok Beberkan Alasan Mundur dari Komut: Beda Pandangan dengan Jokowi

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membeberkan alasan mundur dari posisinya sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) periode 2019-2024. Hal tersebut disebabkan perbedaan pandangan politik dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). 

Hal ini dia sampaikan saat dirinya menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor), Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026). 


Awalnya, jaksa mengulik perihal alasan berakhirnya karier Ahok di perusahaan migas pelat merah itu.

"Saya mengundurkan diri," kata Ahok. 


Diketahui, Ahok memutuskan mundur dari jabatannya pada Januari 2024. Dia mengungkapkan seharusnya mundur pada Desember 2023 setelah selesai menyusun rancangan kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2024.

"Sayangnya RKAP 2024 pengesahan RUPS oleh Menteri BUMN terlambat. Baru dilakukan di Januari. Nah begitu dilakukan di Januari, saya mundur," tuturnya.


"Tapi di situ saya sudah meninggalkan sebuah catatan, RKAP dengan sistem pengadaan yang baru, harus memberikan penghematan 46 persen, dan direksi semua sudah tanda tangan," ucapnya.


Sejalan dengan itu, Ahok menegaskan dirinya mundur lantaran alasan politik. 

"Nah saya keluar karena alasan politik, beda pandangan dengan Presiden Pak Jokowi," katanya.

Diketahui, Ahok duduk di kursi saksi untuk sejumlah terdakwa, yakni Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhamad Kerry Adrianto Riza, Yoki Firnandi, Agus Purwono, Riva Siahaan, Sani Dinar Saifuddin, Maya Kusmaya, dan Edward Corne.

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita