GELORA.CO - – Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, kembali menorehkan jejak penting di level global.
Ia resmi ditunjuk sebagai anggota dewan pengurus (Governing Board) Gates Foundation, lembaga filantropi internasional milik pendiri Microsoft, Bill Gates.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Gates Foundation melalui situs resminya, menandai babak baru kontribusi Sri Mulyani dalam isu-isu kemanusiaan dunia.
CEO Gates Foundation sekaligus anggota dewan pengurus, Mark Suzman, menegaskan bahwa rekam jejak panjang Sri Mulyani di bidang ekonomi menjadi faktor utama di balik penunjukan tersebut.
“Sri Mulyani membawa pengalaman yang sangat mendalam dalam membentuk hasil pembangunan ekonomi yang lebih adil, keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan ini,” ujar Suzman, melansir dari Kompas.com.
Alasan Penunjukan
Suzman menilai kepemimpinan Sri Mulyani akan memberi dampak nyata bagi arah kebijakan dan pemanfaatan sumber daya yayasan.
Menurutnya, kehadiran Sri Mulyani diyakini mampu memperkuat misi Gates Foundation dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
“Kepemimpinannya akan membantu memastikan bahwa sumber daya kami terus digunakan untuk memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan memperbaiki kualitas hidup komunitas di seluruh dunia,” lanjut Suzman.
Peran Strategis Sri Mulyani
Gates Foundation menyebut penunjukan Sri Mulyani datang di saat yang krusial.
Dalam dua dekade ke depan, yayasan ini berkomitmen menghabiskan dana abadi untuk tiga fokus utama, yakni mengakhiri kematian ibu dan bayi yang sebenarnya dapat dicegah, memastikan generasi mendatang bebas dari ancaman penyakit menular mematikan, serta mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
Sri Mulyani menyambut kepercayaan tersebut dengan penuh kesadaran akan besarnya tantangan yang ada.
“Dengan waktu 20 tahun untuk menciptakan dampak sebesar mungkin bagi mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bisa bergabung dengan dewan Gates Foundation untuk berkontribusi di momen penting yang penuh tantangan sekaligus peluang ini,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kolaborasinya dengan Gates Foundation sebenarnya telah terjalin sekitar satu dekade, terutama dalam mengeksplorasi pemanfaatan teknologi untuk kemaslahatan publik secara inklusif dan berkelanjutan.
“Saya sangat termotivasi untuk membawa pengalaman saya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola yang baik ke dalam upaya-upaya penting ini untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kesejahteraan,” tambah Sri Mulyani.
Dalam dewan pengurus, ia akan bergabung bersama tokoh-tokoh global seperti Ashish Dhawan, Dr. Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Mark Suzman, serta Bill Gates.
Rekam Jejak Panjang dari Jakarta hingga Dunia
Gates Foundation juga menyoroti latar belakang Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan perempuan pertama di Indonesia sekaligus salah satu yang paling lama menjabat.
Ia pertama kali mengemban amanah tersebut pada periode 2005–2010 di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada 2010, Sri Mulyani melangkah ke panggung global setelah ditunjuk sebagai salah satu dari tiga Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Kariernya di pemerintahan kembali berlanjut ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Keuangan pada 2016. Kepercayaan negara kembali diberikan pada 2024, saat Presiden Prabowo Subianto mengangkatnya lagi sebagai Menkeu hingga pertengahan 2025.
Sementara itu, anggota dewan lainnya, Baroness Nemat (Minouche) Shafik, saat ini tengah cuti sementara karena menjalankan tugas sebagai penasihat ekonomi utama Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.
Penunjukan Sri Mulyani pun dipandang sebagai langkah strategis Gates Foundation untuk memperkuat kepemimpinan di tengah transisi dan tantangan global yang terus berkembang.
Mengajar di Oxford
Sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati dipastikan akan menjalani peran baru di dunia akademik internasional.
Mulai 2026, ia dijadwalkan mengajar selama satu tahun di Blavatnik School of Government, Oxford University, melalui program prestisius World Leaders Fellowship.
Informasi tersebut diumumkan oleh Blavatnik School melalui situs resminya pada 5 Desember 2025.
Dalam pernyataan yang dirilis lembaga tersebut, Sri Mulyani mengungkapkan rasa terhormatnya dapat bergabung sebagai fellow.
"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan Blavatnik School of Government sebagai World Leaders Fellow di Universitas Oxford, sebuah institusi yang menyatukan beragam perspektif untuk merefleksikan kebijakan publik dan tantangan tata kelola yang dihadapi di seluruh dunia," tutur Sri Mulyani, Rabu (10/12/2025), melansir dari Kompas.com.
Ia berharap kehadirannya dapat membawa manfaat bagi lingkungan belajar yang multinasional itu.
"Berbagi pengalaman saya sambil terus belajar, dan mendukung generasi pembuat kebijakan berikutnya saat mereka bersiap untuk memimpin dengan integritas, kompetensi, dan martabat dalam lingkungan yang semakin kompleks," lanjutnya.
Dekan pendiri Blavatnik School of Government, Ngaire Woods, menyampaikan antusiasmenya terhadap kehadiran mantan Direktur Pelaksana dan Chief Operating Officer Bank Dunia tersebut.
"Kami sangat senang Sri Mulyani bergabung dengan Sekolah Blavatnik untuk berbagi pengalamannya yang kaya dalam pembuatan kebijakan ekonomi global," ujar Ngaire.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa di program kepemimpinan global tersebut berasal dari lebih 60 negara dan tengah ditempa untuk berkarier di berbagai bidang pelayanan publik, termasuk posisi terpilih.
"Saya senang mereka akan mendapat kesempatan untuk belajar darinya," kata Ngaire.
Sebelum kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani memegang tanggung jawab penting di Bank Dunia.
Ia banyak bekerja dengan berbagai negara untuk menangani persoalan pembangunan, mendukung upaya pengentasan kemiskinan, serta mendorong kesejahteraan global.
Sri Mulyani juga tercatat sebagai Menteri Keuangan pertama yang menjabat dalam tiga periode pemerintahan presiden secara berurutan.
Pada 2018, ia memperoleh penghargaan internasional sebagai “Menteri Terbaik di Dunia”.
Pada September 2025, Presiden Prabowo Subianto memberhentikannya dari jabatan Menteri Keuangan, menandai akhir dari masa pengabdiannya di kabinet
Sumber: Tribunnews
