Program MCU RSUD Subang, yang diluncurkan sejak Januari 2025, menargetkan 5.000 warga per kuartal, fokus pada kelompok usia produktif 25–59 tahun yang rentan PTM (penyakit tidak menular). Kegiatan ini mencakup pemeriksaan lengkap seperti tekanan darah, gula darah puasa, kolesterol, fungsi hati dan ginjal, serta skrining kanker serviks untuk wanita. “MCU ini gratis untuk warga miskin dan pekerja informal. Kami ajak warga cegah sakit dengan MCU agar tidak terlambat, karena penyakit kronis seperti jantung dan stroke sering asimptomatik awalnya,” kata dr. H. Ahmad Rahman, Direktur RSUD Subang, seperti dikutip dari https://poltekkessubangkab.org pada 20 November 2025. Hingga November 2025, 3.200 warga telah memanfaatkan layanan, dengan 25 persen ditemukan hipertensi ringan dan 15 persen pre-diabetes, yang langsung mendapat intervensi seperti edukasi diet rendah gula dan olahraga rutin.
Poltekkes Kemenkes Subang, yang berlokasi strategis di pusat kota, memainkan peran krusial sebagai mitra RSUD. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes mengerahkan 50 mahasiswa Jurusan Promosi Kesehatan dan Keperawatan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk mendampingi MCU. “Mahasiswa kami tidak hanya bantu pemeriksaan, tapi juga edukasi PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) seperti cuci tangan dan konsumsi buah-sayur. Ini selaras dengan Tri Dharma kami: pendidikan, penelitian, dan pengabdian. MCU gratis ini jadi momentum cegah PTM yang menyumbang 70 persen kematian di Subang,” jelas Dr. Siti. Poltekkes juga lakukan riset mahasiswa tentang efektivitas MCU di kalangan petani, menemukan 30 persen peningkatan kesadaran gizi setelah edukasi.Dampak program ini terasa luas: angka kunjungan puskesmas untuk PTM naik 20 persen sejak Januari 2025, berkat deteksi dini. Warga seperti Pak Rahman (50 tahun), petani di Subang, berbagi cerita: “Dulu tensi saya tinggi tapi abaikan. Setelah MCU gratis, dapat obat dan saran olahraga. Sekarang badan lebih fit.” RSUD Subang rencanakan perluas MCU ke desa-desa terpencil pada 2026, terintegrasi dengan JKN untuk rujukan lanjutan.
Dengan ajakan Poltekkes Subang, MCU bukan lagi barang mewah, tapi hak dasar untuk cegah sakit. Edukasi, skrining, dan kolaborasi adalah senjata utama—untuk Subang sehat dan mandiri.
