Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sidoarjo melakukan pengukuran tingkat kebisingan di beberapa titik strategis wilayah. Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memantau kualitas lingkungan hidup dan melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kebisingan berlebih.
Pengukuran dilakukan di lokasi-lokasi rawan kebisingan seperti kawasan industri, jalan protokol yang padat lalu lintas, permukiman padat penduduk, serta sekitar bandara dan pelabuhan. Tim DLH menggunakan alat ukur kebisingan (sound level meter) yang telah terkalibrasi untuk mendapatkan data akurat sesuai standar baku mutu lingkungan.
Kepala DLH Kabupaten Sidoarjo menyatakan bahwa pengukuran kebisingan merupakan bagian penting dari tugas pokok dan fungsi DLH dalam menjaga kualitas lingkungan. “Kebisingan yang melebihi ambang batas dapat mengganggu kesehatan, mulai dari gangguan tidur, stres, hingga penurunan konsentrasi anak-anak saat belajar. Data ini akan menjadi dasar bagi kami untuk mengambil kebijakan pengendalian kebisingan yang tepat,” ujarnya.
Hasil pengukuran menunjukkan beberapa titik masih berada di bawah ambang batas baku, namun ada lokasi yang memerlukan intervensi lebih lanjut, seperti pemasangan barrier suara, penanaman pohon penghijauan, dan pengaturan lalu lintas. DLH Sidoarjo akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan pelaku usaha untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
Program monitoring kebisingan ini dilakukan secara berkala sebagai komitmen DLH dalam mewujudkan Sidoarjo yang lebih nyaman, sehat, dan ramah lingkungan.
Masyarakat Sidoarjo yang ingin mengetahui hasil pengukuran lengkap, melaporkan gangguan kebisingan, atau mendapatkan informasi program lingkungan lainnya dapat mengunjungi situs resmi DLH: dlh-sidoarjo.bondowosokab.org
Mari bersama menjaga ketenangan lingkungan kita. DLH Sidoarjo hadir untuk lingkungan yang lebih baik! 🔊🌳🏘️
