Viral Penampakan Gelondongan Kayu usai Banjir Bandang di Pantai Padang, Punya Siapa?

Viral Penampakan Gelondongan Kayu usai Banjir Bandang di Pantai Padang, Punya Siapa?

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Sebuah video memperlihatkan ribuan gelondongan kayu memenuhi bibir Pantai Parkit, Air Tawar, Kota Padang, Sumatera Barat viral di media sosial. Keberadaan kayu ini usai banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Sumbar.

Dalam rekaman video terlihat material kayu dan sampah hanyut menumpuk dari muara hingga sepanjang garis pantai. Penampakan tersebut mengubah lanskap pesisir pantai secara drastis.


Bahkan, tumpukan kayu tersebut seakan menjadi daratan baru. Peristiwa ini terjadi usai hujan deras yang mengguyur Kota Padang berhari-hari membuat aliran sungai membawa berondolan kayu dari kawasan hulu.

Tumpukan gelondongan itu kini menutup akses nelayan, memicu keresahan warga, dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai asal-usul kayu dalam jumlah masif tersebut.


Akun Instagram @ssc_padang yang mengunggah video tersebut turut menyoroti kejadian ini.

"Kira-kira siapa pemilik ribuan kubik kayu tersebut ya???," tulisnya dikutip Sabtu (29/11/2025).


Fenomena viral penampakan ribuan gelondongan kayu ini memunculkan beragam komentar tajam dari warganet. Banyak di antara mereka menduga kayu-kayu tersebut terkait pembalakan liar atau aktivitas ilegal yang selama ini tidak terungkap.

"Ditutup rapi oleh pemerintah, dibuka aibnya oleh yg maha kuasa," tulis @dapurmamarazi.


"Barang bukti datang sendiri?," tulis @destian.aja.

Sementara akun @sigpras menuliskan kritik keras.


"NEGARA YANG KAYA DENGAN PENGUASA YANG SERAKAH," katanya.

Banjir bandang ini bukan hanya menimbulkan kerusakan fisik dan infrastruktur, tetapi juga membuka dugaan aktivitas yang selama ini tidak terlihat publik. Warga menilai pemerintah perlu memberi penjelasan soal tumpukan kayu yang jumlahnya dianggap tidak wajar.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (28/11/2025) total korban tewas bencana banjir dan longsor di Sumbar mencapai 23 orang. Selain itu 12 hilang dan 4 jiwa mengalami luka-luka.

Jumlah pengungsi meningkat signifikan dan kini mencapai 3.900 Kepala Keluarga (KK). Mereka tersebar di berbagai titik pengungsian yang terus mendapatkan suplai kebutuhan dasar dari pemerintah dan relawan

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita