Poltekkes Tangerang Selatan Apresiasi Penghargaan Cegah Stunting

Poltekkes Tangerang Selatan Apresiasi Penghargaan Cegah Stunting

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meraih prestasi gemilang dengan menyabet penghargaan Kabupaten/Kota Berkinerja Baik dalam Percepatan Penurunan Stunting dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dalam Rakornas Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025, yang digelar oleh Kementerian Sekretariat Negara RI (Sekretariat Wakil Presiden) di Jakarta pada Rabu, 12 November 2025. Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai peserta acara semakin menegaskan komitmen nasional terhadap isu stunting, yang masih menjadi tantangan serius dengan prevalensi nasional mencapai 21,6 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Tangerang Selatan, sebagai lembaga pendidikan vokasi kesehatan terdepan di wilayah ini, menyambut baik penghargaan tersebut sebagai apresiasi atas sinergi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan profesional.


dr. Allin Hendalin Mahdaniar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, menyatakan rasa syukur atas capaian ini. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas penghargaan ini. Capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama masyarakat dalam komitmen kita menurunkan stunting,” ujar dr. Allin, seperti dikutip dari https://poltekkestangerangselatan.org. Ia menambahkan, “Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi untuk terus memperkuat program gizi dan kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok ibu hamil dan balita.” Prestasi Tangsel ini lahir dari 35 langkah konkret Pemkot, termasuk pembentukan pos gizi di seluruh kelurahan, tim asuhan gizi di puskesmas dan rumah sakit, rujukan balita stunting, skrining anemia pada remaja putri, pemberian tablet zat besi, serta pembangunan septic tank untuk masyarakat.

Poltekkes Kemenkes Tangerang Selatan memainkan peran krusial dalam sinergi ini. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes telah melibatkan mahasiswa dan dosennya dalam program pencegahan stunting melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) terintegrasi. Direktur Poltekkes Tangerang Selatan, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi apresiasi atas kontribusi akademisi dalam inovasi layanan kesehatan. “Kami bangga dengan kolaborasi ini. Mahasiswa Jurusan Gizi dan Kebidanan kami turun ke lapangan untuk screening antropometri balita, edukasi pemberian makanan tambahan (PMT), dan konseling nutrisi ibu hamil. Ini selaras dengan Tri Dharma kami: pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Penghargaan ini motivasi untuk genjot riset lokal tentang faktor stunting di kawasan industri Tangsel,” jelas Dr. Siti.

Kolaborasi Pemkot Tangsel dan Poltekkes difokuskan pada intervensi spesifik dan sensitif, seperti suplementasi multi-mikronutrien (MMS) bagi ibu hamil untuk cegah anemia, yang menjadi penyebab utama stunting. Program juga melibatkan posyandu, kader, dan masyarakat dalam tim asuhan gizi, memastikan pendekatan berbasis komunitas. Hasilnya, prevalensi stunting di Tangsel turun dari 17,6 persen pada 2023 menjadi 11,2 persen pada 2024, menjadikannya daerah dengan penurunan terbaik di Banten. “Dengan 35 langkah ini, kami libatkan semua elemen, dari puskesmas hingga perusahaan swasta, untuk distribusi PMT dan edukasi gizi,” tambah dr. Allin.

Penghargaan ini juga menjadi momentum refleksi. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang hadir di Rakornas, menekankan pentingnya kolaborasi nasional untuk capai target stunting di bawah 14 persen pada 2024. Di Tangsel, sinergi Pemkot dan Poltekkes menjadi model sukses: riset Poltekkes hasilkan rekomendasi kebijakan berbasis data, sementara Pemkot implementasikan melalui program lapangan. Ke depan, Poltekkes rencanakan workshop bulanan untuk 500 kader posyandu, terintegrasi dengan aplikasi monitoring gizi digital.

Dengan apresiasi ini, Poltekkes Tangerang Selatan semakin mantap jalin sinergi. Stunting bukan lagi musuh tak terlihat, tapi tantangan yang bisa diatasi bersama—untuk generasi Tangsel yang sehat, cerdas, dan siap bersaing global.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita