Poltekkes Kota Balikpapan Lakukan Screening Kesehatan Calon Jemaah Haji

Poltekkes Kota Balikpapan Lakukan Screening Kesehatan Calon Jemaah Haji

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, semakin siap menyambut musim haji 1446 H/2025 dengan pelaksanaan skrining kesehatan tahap pertama bagi calon jemaah haji. Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Balikpapan, sebagai lembaga pendidikan vokasi kesehatan terdepan di wilayah ini, turut berkolaborasi erat dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan untuk memastikan program berjalan optimal. Kegiatan ini digelar pada Minggu, 23 November 2025, di Balikpapan Islamic Center (BIC), dengan melibatkan 493 calon jemaah haji terdaftar. Skrining ini bukan hanya formalitas administratif, melainkan evaluasi komprehensif isti'ta'ah (kemampuan fisik dan kesehatan) yang wajib dipenuhi, sebagaimana diamanatkan undang-undang haji.


Alwiati, Kepala DKK Balikpapan, menekankan bahwa skrining ini bertujuan memverifikasi kesiapan fisik jemaah untuk menghadapi tuntutan ibadah haji yang berat secara fisik dan mental. “Skrining kesehatan ini sedang kami laksanakan. Mudah-mudahan semua jemaah kita isti'ta'ah. Haji bukan hanya soal kemampuan ekonomi, tetapi juga fisik dan kesehatan. Dari lima ratusan jemaah kita, harapannya semua dalam kondisi sehat dan mampu melaksanakan ibadah,” ujar Alwiati, seperti dikutip dari https://poltekkeskotabalikpapan.org. Ia menambahkan bahwa proses skrining mencakup pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, fungsi jantung, dan evaluasi kesehatan umum, termasuk tes ketahanan fisik untuk memastikan jemaah siap menghadapi aktivitas intens seperti tawaf dan sa'i di Mekkah.

Poltekkes Kemenkes Balikpapan memainkan peran krusial sebagai mitra teknis. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes menyumbang tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat untuk mendampingi skrining. Direktur Poltekkes Balikpapan, dr. Hj. Yuliana, M.Kes, menyatakan bahwa keterlibatan ini selaras dengan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Mahasiswa kami turun langsung melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk bantu skrining dan edukasi. Di Balikpapan, di mana 60 persen jemaah haji adalah lansia, kami fokus pada pemeriksaan khusus untuk penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, agar stabil dan aman selama ibadah,” jelas dr. Yuliana. Mahasiswa Poltekkes juga memberikan penyuluhan tentang pola hidup sehat (PHBS), termasuk diet rendah gula, istirahat cukup, dan cuci tangan pakai sabun untuk cegah infeksi di Tanah Suci.

Khusus untuk jemaah dengan penyakit bawaan, skrining lebih ketat. Alwiati menjelaskan, “Kami perhatikan betul jemaah yang punya penyakit bawaan. Mereka wajib dalam kondisi stabil agar tidak terjadi kendala di tanah suci. Stabil bukan berarti sembuh, tetapi terkontrol dan aman untuk menjalankan ibadah.” Lansia, yang mendominasi peserta, mendapat perhatian ekstra dengan saran olahraga ringan, pemeriksaan rutin, dan kontrol berat badan. “Dengan menjaga kesehatan, lansia pun tetap dapat melaksanakan ibadah haji. Pemeriksaan rutin, cek fisik, dan olahraga teratur menjadi kunci agar mereka siap secara fisik,” tambahnya.Hasil skrining tahap pertama ini akan jadi dasar dukungan kesehatan lanjutan, termasuk pelatihan pra-haji dan pengiriman obat pribadi. Dari 493 jemaah, 90 persen dinyatakan fit awal, sementara 10 persen direkomendasikan terapi pra-keberangkatan. Poltekkes Balikpapan berencana lanjutkan dengan skrining tahap kedua pada Desember 2025, terintegrasi dengan vaksinasi meningitis dan influenza. Kolaborasi ini selaras dengan target Kemenkes untuk nol kematian jemaah haji akibat kondisi kesehatan.

Dengan skrining ini, Poltekkes Balikpapan membuktikan perannya sebagai pilar kesehatan daerah. Di Balikpapan, yang jadi gerbang haji Kaltim, jemaah siap berangkat dengan hati tenang—fisik kuat, ibadah khusyuk. Haji bukan mimpi, tapi hak yang aman untuk semua.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita