Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Ciamis dihadiri oleh Bupati Ciamis, H. Herdiat Anggawijaya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Hj. Yetti Surachmi, serta perwakilan lintas sektor seperti Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan organisasi masyarakat. Acara dibuka dengan orasi ilmiah tentang tantangan HIV di era pasca-pandemi, diikuti dialog interaktif dan deklarasi komitmen bersama. Bupati Herdiat Anggawijaya menekankan, “Hari AIDS Sedunia ini dorong komitmen pencegahan dan kolaborasi lintas sektor. HIV bukan musuh individu, tapi tantangan kolektif yang butuh solidaritas untuk basmi stigma dan tingkatkan akses pengobatan.” dikutip https://poltekkesciamiskab.org. Ia menambahkan bahwa Ciamis, dengan populasi muda yang rentan, harus prioritaskan edukasi reproduksi sehat di sekolah dan desa untuk cegah penularan melalui perilaku berisiko.
Poltekkes Kemenkes Ciamis, yang berbasis di kawasan pendidikan Ciamis, menjadi mitra utama dalam acara ini. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes tidak hanya hadir sebagai peserta, tapi juga kontributor aktif melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. Dr. Siti Nurhaliza menyatakan, “Komitmen pencegahan AIDS adalah prioritas kami. Mahasiswa kami turun lapangan untuk sosialisasi VCT (Voluntary Counseling and Testing) gratis dan edukasi penggunaan kondom serta tes rutin. Di Ciamis, di mana kasus HIV naik 15 persen sejak 2023, kami fokus basmi stigma yang hambat pengobatan ARV.” Poltekkes juga sediakan layanan skrining cepat HIV di kampus, mendeteksi 50 kasus positif sejak Januari 2025 untuk rujukan ke puskesmas.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama acara ini. Kepala Dinkes Ciamis, dr. Hj. Yetti Surachmi, menyoroti peran KPA dan IDI dalam kampanye anti-stigma. “Kolaborasi ini dorong komitmen pencegahan: edukasi di sekolah, tes gratis di posyandu, dan dukungan psikososial untuk ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Target kami nol kasus baru pada 2030, selaras dengan SDGs.” Acara juga diwarnai pameran inovasi seperti aplikasi tracking ARV dan deklarasi “Ciamis Bebas AIDS Stigma” oleh 500 peserta, termasuk remaja dan keluarga.
Dampak komitmen Poltekkes Ciamis terasa luas: kesadaran masyarakat naik 40 persen di desa sasaran, dengan 200 orang ikut VCT sejak acara. Ke depan, Poltekkes rencanakan workshop bulanan untuk 300 kader desa pada 2026, terintegrasi dengan edukasi reproduksi sehat. Di Ciamis, di mana 60 persen penduduk usia produktif, pencegahan AIDS bukan lagi isu marginal, tapi prioritas nasional. Dengan kolaborasi lintas sektor dan komitmen Poltekkes, Ciamis siap wujudkan generasi bebas HIV—untuk Jawa Barat sehat dan inklusif.
