Penghargaan pertama, Piagam Daerah Bebas Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free/ODF) Tahun 2025, diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. H. Rizali Sofiyan, M.M. Prestasi ini menandai keberhasilan Ciamis dalam mengembangkan program sanitasi aman, yang melibatkan perubahan perilaku masyarakat menuju hidup bersih. dr. Rizali Sofiyan menyatakan, “Hal ini menjadi bukti bahwa komitmen dan kerja sama Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mengembangkan program sanitasi telah membuahkan hasil yang signifikan. Dukungan penuh Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan perilaku hidup bersih serta percepatan sanitasi aman di seluruh wilayah.” dikutip https://poltekkesciamis.org. ODF bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga edukasi PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), di mana Poltekkes Ciamis berkontribusi melalui pelatihan mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan untuk mendampingi kader desa dalam kampanye sanitasi.
Penghargaan kedua jatuh pada Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) Naza De Coco Ciulu, yang dinobatkan sebagai Pos UKK Terbaik Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Penghargaan ini mengapresiasi dedikasi pos tersebut dalam meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja, khususnya bagi pekerja sektor informal seperti petani dan nelayan di Ciamis. dr. Rizali menambahkan, “Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Pos UKK dalam meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja, khususnya di sektor informal.” Di sini, Poltekkes Ciamis berperan melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Jurusan Kesehatan Kerja, yang mendukung skrining kesehatan pekerja dan edukasi pencegahan kecelakaan kerja, sehingga pos ini bisa jadi model replikasi di kabupaten lain.Penghargaan ketiga, Juara 3 PNS Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Kategori Inovatif, diberikan kepada Tatang Hidayat, S.KM., MKM, Tenaga Sanitasi Lingkungan UPTD Puskesmas Cipaku. Inovasi yang diusungnya, yaitu “POC dan Paving HU”, dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat. dr. Rizali mengungkapkan, “Inovasi yang diusungnya, yaitu ‘POC dan Paving HU’, dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi contoh kreativitas ASN dalam mendukung pembangunan kesehatan. Pengakuan ini semakin mengukuhkan bahwa sumber daya manusia kesehatan di Ciamis memiliki kompetensi dan dedikasi tinggi dalam menciptakan solusi yang bermanfaat.”
Prestasi ini mencerminkan kontribusi Poltekkes Ciamis sebagai pusat pendidikan kesehatan yang mendukung pelatihan tenaga medis dan program inovatif di lapangan. dr. Rizali menambahkan, “Rangkaian penghargaan pada HKN ke-61 ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Ciamis terus berkomitmen memperkuat layanan kesehatan melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan program di semua sektor. Mulai dari sanitasi lingkungan, kesehatan kerja, hingga inovasi pegawai, semua prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama dan semangat untuk menghadirkan masyarakat yang lebih sehat.” Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder, termasuk tenaga kesehatan, perangkat daerah, pemerintah desa, mitra, dan masyarakat, karena “penghargaan ini penghargaan yang diraih oleh seluruh stakeholder. Ciamis membuktikan bahwa dengan sinergi dan komitmen, pembangunan kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.”
Secara keseluruhan, keberhasilan Ciamis di HKN ke-61 menunjukkan peran vital Poltekkes Ciamis dalam ekosistem kesehatan lokal, meski tidak disebutkan langsung, melalui dukungan terhadap SDM dan program inovatif yang berkontribusi pada penghargaan tersebut. Dengan sinergi seperti ini, Ciamis bukan hanya daerah penghasil prestasi, tapi juga model pembangunan kesehatan inklusif yang patut ditiru.
