Bahaya Asap Racun di Udara! DLH Kota Kediri Imbau Warga Stop Bakar Sampah Sembarangan

Bahaya Asap Racun di Udara! DLH Kota Kediri Imbau Warga Stop Bakar Sampah Sembarangan

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Bahaya Asap Racun di Udara! DLH Kota Kediri Imbau Warga Stop Bakar Sampah Sembarangan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kediri mengingatkan seluruh warga untuk tidak membakar sampah secara sembarangan. Kebiasaan ini dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Membakar sampah menghasilkan asap hitam yang mengandung zat-zat beracun seperti karbon monoksida, dioksin, furan, dan partikel halus PM2.5. Zat-zat tersebut dapat menyebabkan iritasi mata, batuk, infeksi saluran pernapasan, hingga memperburuk penyakit asma dan jantung.

“Kami mengimbau warga agar tidak lagi membakar sampah di pekarangan, pinggir jalan, atau lahan kosong. Selain mencemari udara, asap tersebut juga membahayakan anak-anak, lansia, dan orang dengan riwayat penyakit pernapasan,” ujar Kepala DLH Kota Kediri.

DLH Kota Kediri mencatat bahwa praktik membakar sampah masih kerap ditemukan di beberapa wilayah, terutama di permukiman padat dan pinggiran kota. Padahal, Pemkot Kediri telah menyediakan layanan pengangkutan sampah rutin dan program pemilahan sampah dari sumber.

Warga diminta memilah sampah organik dan anorganik, kemudian memanfaatkan sampah organik menjadi kompos atau menyerahkannya ke petugas kebersihan. DLH juga terus melakukan sosialisasi dan razia terhadap pelaku pembakaran sampah liar.

Informasi lengkap mengenai program pengelolaan sampah, jadwal angkutan sampah, dan sanksi administratif dapat diakses melalui situs resmi DLH Kota Kediri: dlhkotakediri.bondowosokab.org

DLH Kota Kediri mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kualitas udara Kota Kediri dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya dan mendukung program Zero Waste. “Udara bersih adalah investasi kesehatan keluarga kita,” tegas DLH. 

Mari biasakan hidup bersih dan sehat demi Kota Kediri yang lebih baik.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google