Peresmian dilakukan oleh Bupati Ciamis, Herdiatno, didampingi Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan perwakilan Dinas Kesehatan Jawa Barat. Bupati Herdiatno menekankan bahwa klinik ini lahir dari kebutuhan mendesak masyarakat. “Klinik Rawat Inap dan Panti Rehabilitasi Narkoba ini dibangun untuk tingkatkan kesehatan jiwa masyarakat Ciamis. Fasilitas ini lengkap dengan ruang rawat inap, terapi, dan rehabilitasi narkoba, sehingga pasien bisa dapat penanganan holistik,” ujar Bupati Herdiatno, seperti dikutip dari https://poltekkesciamis.id. Ia menambahkan bahwa pembangunan ini didukung anggaran APBD Rp 5 miliar, dengan target layani 200 pasien per tahun. Klinik ini melengkapi RSUD Ciamis sebagai pusat rujukan kesehatan jiwa di wilayah timur Jawa Barat, di mana kasus depresi dan kecanduan narkoba mencapai 15 persen dari total kunjungan kesehatan pada 2024.
Poltekkes Kemenkes Ciamis, dengan program studi unggulan seperti Psikologi dan Keperawatan Jiwa, menyambut baik inisiatif ini sebagai peluang kolaborasi. Dr. Siti Nurhaliza menyatakan, “Kami apresiasi peresmian ini sebagai langkah maju. Mahasiswa kami siap terlibat melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk dampingi terapi dan edukasi pencegahan. Di Ciamis, stigma kesehatan jiwa masih tinggi, sehingga klinik ini jadi jembatan untuk konseling dini.” Poltekkes telah melatih 100 mahasiswa untuk penanganan kasus depresi, sejalan dengan target nasional Kemenkes untuk turunkan angka bunuh diri 20 persen pada 2026. Fasilitas klinik mencakup 20 tempat tidur rawat inap, ruang terapi kelompok, dan panti rehabilitasi narkoba dengan kapasitas 30 orang, lengkap dengan konselor profesional.
Acara peresmian dihadiri ratusan warga dan tokoh masyarakat, yang menyambutnya dengan optimisme. Seorang warga, Ibu Siti (52 tahun), berbagi, “Anak saya kecanduan narkoba, tapi kini ada panti rehabilitasi. Terima kasih Pemkab dan Poltekkes Ciamis.” Bupati Herdiatno berjanji evaluasi rutin untuk pastikan klinik berjalan optimal. Ke depan, Poltekkes Ciamis rencanakan workshop bulanan untuk 200 kader desa, terintegrasi dengan edukasi anti-stigma.
Dengan apresiasi Poltekkes Ciamis, klinik rehabilitasi mental ini bukan hanya bangunan, tapi harapan baru. Edukasi, terapi, dan kolaborasi adalah senjata utama—untuk Ciamis sehat jiwa dan raga.
