Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesawaran tengah melakukan penelitian mendalam terhadap komposisi sampah di wilayahnya. Kegiatan ini bertujuan menjadi pembanding data resmi dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Langkah ini diharapkan memberikan gambaran yang lebih presisi tentang jenis dan volume sampah lokal, sehingga program pengelolaan sampah bisa dirancang lebih tepat sasaran.
Penelitian komposisi sampah ini melibatkan pengambilan sampel secara sistematis dari berbagai sumber timbulan, mulai dari rumah tangga, pasar tradisional, perkantoran, sekolah, hingga kawasan wisata pesisir yang menjadi ciri khas Pesawaran. Sampel dibedah menjadi kategori organik (sisa makanan, daun, ranting), anorganik (plastik, kertas, logam, kaca), serta limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Proses ini mirip dengan yang dilakukan daerah lain, seperti DLH Kota Palu, untuk memastikan data SIPSN yang bersifat nasional bisa divalidasi dengan kondisi riil di lapangan.
Mengapa penelitian ini penting? Data SIPSN nasional menunjukkan bahwa sampah sisa makanan mendominasi sekitar 50-60% timbulan sampah di Indonesia, diikuti plastik dan kertas. Di Lampung sendiri, sisa makanan juga menjadi penyumbang utama. Namun, tanpa data komposisi lokal yang detail, DLH Pesawaran sulit menentukan prioritas pengolahan. Misalnya, jika sampah organik mendominasi, maka program kompos dan biopori akan ditingkatkan. Sementara jika plastik tinggi, maka bank sampah dan daur ulang menjadi fokus utama.
Kepala DLH Pesawaran menyatakan bahwa penelitian ini bukan sekadar kegiatan ilmiah, melainkan fondasi bagi perencanaan kebersihan jangka panjang. “Dengan mengetahui komposisi sampah secara akurat, kita bisa mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA hanya residu saja. Sisanya bisa diolah menjadi sumber daya baru seperti kompos, bahan baku daur ulang, bahkan energi,” ujarnya.
Hasil penelitian nantinya akan digunakan untuk memperkuat program-program existing DLH Pesawaran, seperti:
- Bank Sampah yang sudah berjalan di berbagai desa,
- Penjemputan e-Waste,
- Pemilahan sampah dari sumber melalui drop box dan edukasi masyarakat,
- Penutupan TPS liar untuk mencegah pencemaran.
Diharapkan, data baru ini juga akan memperkaya input SIPSN nasional, sehingga Kabupaten Pesawaran bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain di Lampung dalam pengelolaan sampah berbasis data ilmiah.
Masyarakat Pesawaran diimbau aktif mendukung kegiatan ini dengan memilah sampah di rumah dan melaporkan titik-titik pembuangan liar. Semakin akurat datanya, semakin bersih dan hijau pula Kabupaten Pesawaran di masa depan.
Untuk informasi lengkap tentang program pengelolaan sampah, layanan bank sampah, penjemputan e-waste, dan update berita terbaru dari DLH Pesawaran, kunjungi portal resmi: dlh-pesawaran.aisyiyahduri.sch.id.
Mari bersama wujudkan Pesawaran yang lebih bersih! ♻️
