Tanggapan Poltekkes Muara Sabak terhadap Kasus TBC di Lapas: Siap Dukung Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular

Tanggapan Poltekkes Muara Sabak terhadap Kasus TBC di Lapas: Siap Dukung Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular

Gelora News
facebook twitter whatsapp

Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Muara Sabak menyatakan kesiapannya untuk mendukung penanganan kasus tuberkulosis (TBC) yang menimpa tiga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Kasus tersebut terdeteksi melalui pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan oleh tim kesehatan Lapas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur. Dari tiga pasien TBC, satu di antaranya juga mengidap HIV. Lapas langsung merespons dengan memperketat protokol kesehatan, termasuk isolasi ketat, penyemprotan disinfektan secara berkala, pembagian masker kepada seluruh WBP dan petugas, serta edukasi pencegahan TBC.

Dokter Lapas Muara Sabak, Gusti Andri, menjelaskan pentingnya deteksi dini dan isolasi.


“Langkah isolasi dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit di lingkungan dengan hunian yang padat. Masa isolasi diperkirakan berlangsung enam bulan,” ujarnya pada Minggu (21/9/2025).

Ia menambahkan bahwa pasien langsung mendapatkan obat anti-TBC, pemantauan gizi, serta pengawasan kesehatan secara berkala.

“Dengan deteksi dini, penanganan bisa lebih cepat sehingga risiko penularan dapat ditekan. Meski sedang menjalani masa hukuman, hak kesehatan mereka tetap kami penuhi. Itu sudah menjadi komitmen,” tegas Gusti Andri.

Poltekkes Muara Sabak Siap Berkontribusi


Sebagai institusi pendidikan vokasi kesehatan yang berlokasi di wilayah yang sama, Poltekkes Kemenkes Muara Sabak siap memberikan dukungan melalui mahasiswa dan dosennya, khususnya dari jurusan Keperawatan, Teknologi Laboratorium Medis, Gizi, dan Kesehatan Lingkungan. Dukungan dapat berupa sosialisasi pencegahan TBC, pelatihan deteksi dini, pemeriksaan laboratorium, serta edukasi pola hidup sehat dan nutrisi bagi WBP.

Poltekkes Muara Sabak menekankan bahwa kasus TBC di lingkungan padat seperti lapas menjadi pengingat pentingnya kerjasama lintas sektor antara institusi kesehatan, pemasyarakatan, dan pemerintah daerah untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

Informasi lengkap tentang Poltekkes Kemenkes Muara Sabak, program studi, dan kegiatan pengabdian masyarakat dapat diakses melalui situs resmi https://poltekkesmuarasabak.org.

Program Studi di Poltekkes Muara Sabak


Poltekkes Kemenkes Muara Sabak menyelenggarakan berbagai program studi unggulan di bidang kesehatan, antara lain:

- Teknologi Laboratorium Medis (D-III dan Sarjana Terapan)
- Gizi (D-III Gizi, Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Pendidikan Profesi Dietisien)
- Kebidanan (D-III, Sarjana Terapan, Profesi Bidan, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan)
- Keperawatan (D-III, Sarjana Terapan, Pendidikan Profesi Ners, Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi)
- Kesehatan Gigi (D-III dan Sarjana Terapan Terapi Gigi)
- Kesehatan Lingkungan (D-III Sanitasi dan Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan)

Kampus berlokasi di Jl. Muara Sabak Ilir, Kec. Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi 36764.

Dengan adanya kasus ini, diharapkan semakin banyak kegiatan kolaborasi antara Lapas Muara Sabak, Dinas Kesehatan, dan Poltekkes Muara Sabak dalam upaya pencegahan TBC dan penyakit menular lainnya di wilayah Tanjung Jabung Timur.

Kunjungi https://poltekkesmuarasabak.org untuk informasi lebih lanjut tentang peran Poltekkes dalam pengabdian masyarakat dan pendidikan tenaga kesehatan berkualitas.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google