Direktur Poltekkes Sekadau, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menjelaskan bahwa kunci utama adalah Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan yang dideklarasikan pada 7 Agustus 2025. “Kusta, frambusia, dan muntaber adalah penyakit lingkungan. Ketika masyarakat tidak lagi BAB sembarangan, rantai penularan terputus. ODF adalah fondasi eliminasi,” ujar Dr. Siti. Ia menambahkan bahwa Poltekkes Sekadau sejak 2022 telah mengerahkan mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan untuk mendampingi 50 desa prioritas dalam pembangunan jamban sehat dan edukasi PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat).
Kepala Dinkes P2KB Sekadau, Henry Alpius, mengungkapkan, “Sebelum ODF, setiap kemarau kasus muntaber melonjak. Setelah ODF 100 persen, kasus penyakit akibat lingkungan jauh menurun. Kusta pun tidak ditemukan lagi dalam lima tahun terakhir.” Menurutnya, disabilitas akibat kusta lama masih ada, namun ringan dan tidak mengganggu produktivitas. “Disabilitasnya enggak mengganggu, misalnya pada jari jemari tapi tidak sampai mengganggu pekerjaan,” katanya, seperti dikutip dari https://poltekkessekadaukab.org.
Rahasia lain adalah kebijakan tegas Pemkab Sekadau: setiap desa wajib mengalokasikan minimal 20% APBDes untuk sanitasi. Jika tidak, APBDes tidak disahkan. Kolaborasi dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) menghasilkan inovasi “Gentong Mas Santun” (septic tank apung) untuk wilayah pesisir sungai yang sulit dibangun jamban konvensional. Poltekkes Sekadau turut menguji coba dan menyebarkan teknologi ini ke 30 desa.
Dr. Siti Nurhaliza menambahkan bahwa Poltekkes tidak hanya membangun jamban, tapi juga mengubah perilaku. “Mahasiswa kami latih kader desa menjadi ‘Duta Sanitasi’. Mereka yang dulu menganggap BAB di sungai biasa, kini bangga punya jamban sendiri.” Hasilnya: prevalensi penyakit lingkungan turun hingga 70% dalam tiga tahun.
Keberhasilan Sekadau kini menjadi studi kasus nasional. Poltekkes Sekadau telah mengundang 10 kabupaten tetangga untuk belajar model ODF-nya. “Bebas kusta bukan keajaiban, tapi hasil kerja sistematis: sanitasi total, deteksi dini, dan kolaborasi lintas sektor. Sekadau membuktikan bahwa daerah pedalaman pun bisa eliminasi penyakit menular,” pungkas Dr. Siti.
Dengan rahasia yang telah diungkap Poltekkes Sekadau, harapan Indonesia bebas kusta pada 2030 semakin terang. Sanitasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan—dan Sekadau telah menunjukkan jalannya.
