Poltekkes Kota Padang Tingkatkan Keamanan Pangan dan Gizi Seimbang di Rumah Makan Ampera

Poltekkes Kota Padang Tingkatkan Keamanan Pangan dan Gizi Seimbang di Rumah Makan Ampera

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Padang kembali menunjukkan perannya sebagai pilar utama dalam pendidikan vokasi kesehatan melalui program pengabdian masyarakat yang fokus pada peningkatan keamanan pangan dan gizi seimbang. Pada Jumat, 25 Oktober 2025, Poltekkes Kemenkes Padang menggelar kegiatan pelatihan dan sosialisasi di Rumah Makan Ampera Nanggalo, Kelurahan Nanggalo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Acara ini menjadi wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian—dengan tujuan membekali pelaku usaha kuliner di kawasan kuliner terkenal tersebut dengan pengetahuan esensial tentang higiene pangan, pengolahan makanan aman, dan penyajian menu bergizi. Kegiatan ini dihadiri 50 peserta, termasuk pemilik rumah makan, penjamah makanan, dan kader kesehatan masyarakat, yang antusias menerima materi dari tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Padang.


Pelatihan dibuka oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik Poltekkes Kemenkes Padang, Ns. Dr. Hj. Sri Mulyani, M.Kep., Sp.Kep.An, yang menekankan pentingnya keamanan pangan sebagai fondasi kesehatan masyarakat. “Di tengah maraknya kawasan kuliner seperti Ampera Nanggalo, yang dikunjungi ribuan wisatawan setiap hari, keamanan pangan bukan pilihan tapi kewajiban. Kami harap pelatihan ini tidak hanya tingkatkan pengetahuan, tapi juga praktik harian pelaku usaha untuk cegah keracunan makanan dan promosikan gizi seimbang,” ujar Sri Mulyani, seperti dikutip dari https://poltekkes-kotapadang.org. Ia menambahkan bahwa program ini selaras dengan visi Kementerian Kesehatan untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) 95 persen pada 2026, di mana pangan aman menjadi pilar utama.

Materi pelatihan mencakup prinsip Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) untuk identifikasi risiko kontaminasi di setiap tahap pengolahan makanan, mulai dari penyimpanan bahan baku hingga penyajian. Peserta diajari cara sterilisasi peralatan, pengukuran pH air minum, dan pencegahan bakteri patogen seperti Salmonella dan E. coli yang sering jadi penyebab keracunan massal. Sesi gizi seimbang difokuskan pada penyusunan menu rendah gula, garam, dan lemak, dengan demo memasak hidangan Padang seperti rendang sapi versi sehat yang kaya protein tapi rendah kolesterol. Mahasiswa Poltekkes Padang, melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL), turun langsung mendampingi peserta dalam simulasi dapur aman, memastikan pengetahuan diterapkan secara praktis.

Kepala Rumah Makan Ampera Nanggalo, Ibu Siti Rahayu, menyambut baik kegiatan ini. “Rumah makan kami melayani ribuan pelanggan setiap hari, tapi pengetahuan higiene pangan masih terbatas. Pelatihan Poltekkes ini sangat bermanfaat, terutama untuk gizi seimbang yang jadi tren wisatawan sehat. Kami komitmen terapkan HACCP untuk hindari kasus keracunan,” katanya. Acara juga diwarnai pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta, dengan 20 persen ditemukan hipertensi ringan yang langsung dirujuk ke puskesmas terdekat.

Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang, dengan basis di Kota Padang, membuktikan peran strategisnya dalam pengabdian masyarakat. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes tidak hanya mencetak tenaga ahli, tapi juga terlibat langsung dalam program seperti ini melalui PKL. Direktur Poltekkes Padang, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan bahwa kegiatan ini selaras dengan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Keamanan pangan dan gizi seimbang adalah fondasi UHC. Di Ampera Nanggalo, kawasan kuliner ikonik Minang, kami pastikan makanan aman untuk wisatawan dan warga lokal. Mahasiswa kami edukasi penjamah tentang risiko kontaminasi, sekaligus promosikan menu bergizi seperti sayur daun kelor kaya zat besi untuk cegah anemia,” jelas Dr. Siti. Poltekkes juga sediakan layanan uji mikrobiologi makanan gratis di lab kampus, mendeteksi 50 sampel positif bakteri sejak Juli 2025 untuk perbaikan cepat.

Dampak kegiatan ini langsung terasa: 90 persen peserta berkomitmen terapkan HACCP dalam seminggu, dan penjualan menu sehat naik 20 persen di Ampera Nanggalo. Ke depan, Poltekkes Padang rencanakan workshop bulanan untuk 200 pelaku usaha kuliner, terintegrasi dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Di Padang, di mana kuliner Minang jadi identitas kota, program seperti ini krusial untuk wisata sehat dan masyarakat lestari. Dengan pelatihan Poltekkes, keamanan pangan bukan lagi beban, tapi peluang—untuk Padang sehat dan bergizi.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita