Poltekkes Kaltim Tingkatkan SDM Kesehatan melalui MoU Strategis dengan RSUD Ratu Zalecha

Poltekkes Kaltim Tingkatkan SDM Kesehatan melalui MoU Strategis dengan RSUD Ratu Zalecha

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Kalimantan Timur terus memperkuat perannya sebagai pilar utama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di wilayah Borneo Timur. Pada Kamis, 11 September 2025, Poltekkes Kaltim menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura di ruang Direktur RSUD tersebut. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas tenaga kesehatan, yang dihadiri oleh Direktur RSUD Ratu Zalecha, dr. Arief Rachman, dan Direktur Poltekkes Kaltim, Dr. Parellangi, beserta jajaran wakil direktur, kepala tata usaha, serta Kasubbag SDM RSUD. MoU ini tidak hanya membuka peluang baru bagi mahasiswa Poltekkes untuk praktik klinis, tapi juga memperkaya layanan kesehatan masyarakat di Kalimantan Selatan dan sekitarnya.


MoU ini awalnya difokuskan pada program studi kebidanan, dengan potensi perluasan ke bidang kesehatan lain seperti keperawatan, gizi, dan farmasi. Tujuannya adalah menciptakan sinergi antara pendidikan vokasi dan pelayanan rumah sakit, sehingga lulusan Poltekkes lebih siap menghadapi tantangan lapangan. dr. Arief Rachman, Direktur RSUD Ratu Zalecha, menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk pengembangan kualitas SDM kesehatan. "Kerja sama ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM kesehatan, dan kami berharap dapat merambah ke bidang lain ke depan," ujar dr. Arief Rachman, seperti dikutip dari https://poltekkeskaltim.id. Ia menambahkan bahwa RSUD Ratu Zalecha siap menjadi mitra praktik bagi mahasiswa Poltekkes, memberikan manfaat langsung bagi rumah sakit dan masyarakat sekitar.

Dr. Parellangi, Direktur Poltekkes Kaltim, menyambut baik MoU ini sebagai langkah strategis yang selaras dengan misi institusi. "Kolaborasi ini menjadi jembatan kuat untuk sinergi dan kontribusi nyata dalam mencetak tenaga kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan," katanya. Poltekkes Kaltim, yang berbasis di Samarinda, telah lama dikenal sebagai pusat pendidikan vokasi kesehatan di Kalimantan Timur, dengan program studi unggulan seperti kebidanan, keperawatan, dan gizi. Melalui MoU ini, mahasiswa kebidanan Poltekkes akan mendapatkan akses praktik langsung di RSUD Ratu Zalecha, yang terletak di pusat pelayanan kesehatan Banjarbaru. Ini memungkinkan pengalaman klinis yang lebih kaya, terutama dalam penanganan kehamilan berisiko tinggi dan persalinan normal, yang menjadi tantangan utama di daerah pedesaan Kalimantan Selatan.

Kolaborasi ini juga membuka peluang penelitian bersama, seperti studi tentang peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah perbatasan. RSUD Ratu Zalecha, sebagai rumah sakit tipe C dengan 200 tempat tidur, sering menghadapi kekurangan tenaga bidan terlatih, sementara Poltekkes Kaltim memiliki ribuan mahasiswa siap magang. "Dengan MoU ini, kami bisa tingkatkan kompetensi SDM secara berkelanjutan, sejalan dengan target Kementerian Kesehatan untuk UHC 95 persen pada 2025," tambah Dr. Parellangi. Ia menyoroti bahwa sinergi ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti peningkatan cakupan antenatal care (ANC) dan imunisasi bayi di Banjarbaru dan sekitarnya.

Dampak MoU ini diharapkan meluas ke bidang lain, seperti pelatihan penanganan stunting dan penyakit tropis yang endemik di Kalimantan. Poltekkes Kaltim, dengan cabang di Samarinda dan Balikpapan, telah meluluskan lebih dari 2.000 tenaga kesehatan sejak 2019, banyak di antaranya bekerja di RSUD daerah. Kolaborasi dengan RSUD Ratu Zalecha menjadi model bagi politeknik lain di Indonesia, di mana pendidikan vokasi harus selaras dengan kebutuhan lapangan. Ke depan, kedua belah pihak berencana gelar workshop bersama pada 2026, fokus pada simulasi darurat obstetri untuk tingkatkan kesiapan tenaga kesehatan.

MoU ini membuktikan bahwa peningkatan SDM kesehatan memerlukan kemitraan kuat antara pendidikan dan pelayanan. Di Kalimantan Timur, di mana tantangan geografis sering hambat akses kesehatan, sinergi seperti ini adalah kunci. Poltekkes Kaltim dan RSUD Ratu Zalecha bukan hanya tingkatkan SDM, tapi juga wujudkan masyarakat sehat yang mandiri—untuk Kalimantan Selatan yang lebih maju.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita