Kegiatan MUKL ini merupakan bagian dari program tahunan Jasa Raharja untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, sekaligus memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum. Lokasi pelaksanaan yang strategis di terminal dan pool bus dipilih karena merupakan pusat aktivitas transportasi di Bungo, di mana ribuan sopir dan penumpang berlalu-lalang setiap hari. Layanan utama yang disediakan mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan gratis. Selain itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi tentang etika berkendara aman, seperti penggunaan helm, batas kecepatan, dan deteksi dini penyakit kronis yang bisa memengaruhi konsentrasi pengemudi. Meskipun jumlah peserta tidak disebutkan secara rinci, antusiasme masyarakat terlihat dari keramaian di lokasi, dengan ratusan orang memanfaatkan kesempatan emas ini untuk cek kesehatan tanpa biaya.
Peran Poltekkes Bungo dalam acara ini menjadi sorotan utama, sebagai wujud pengabdian masyarakat yang selaras dengan misi institusi vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan. Sekitar 15 mahasiswa dan 5 dosen Poltekkes dikerahkan untuk membantu proses skrining medis, termasuk pengukuran parameter vital dan interpretasi hasil tes cepat. Direktur Poltekkes Kemenkes Jambi, Dr. Tri Wulan Handayani, M.Kes, menyatakan bahwa partisipasi ini bagian dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa untuk menerapkan ilmu secara langsung. “Kami melihat kegiatan MUKL sebagai peluang emas untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman lapangan, sekaligus berkontribusi pada pencegahan kecelakaan melalui deteksi dini penyakit seperti hipertensi dan diabetes yang sering menjadi faktor risiko di jalan raya. Kolaborasi dengan Jasa Raharja ini memperkuat komitmen kami untuk masyarakat Bungo yang lebih sehat dan aman,” ujar Dr. Handayani, dikutip https://poltekkesbungo.id
Kepala Cabang Jasa Raharja Muara Bungo, Juni Panto Susilo, menyambut hangat keterlibatan Poltekkes. “Melalui MUKL, kami tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan di jalan. Dukungan dari Poltekkes Jambi membuat kegiatan ini lebih komprehensif, karena tim mereka ahli dalam edukasi pencegahan penyakit,” tegasnya, seperti dikutip dari laman Jambi Independent. Sosialisasi keselamatan yang disisipkan juga mencakup tips sederhana seperti istirahat cukup bagi sopir dan pemeriksaan kendaraan rutin, yang langsung diapresiasi oleh pengelola Terminal Tipe A Muara Bungo dan PO Sari Mustika. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami yang sehari-hari berhadapan dengan risiko jalan. Terima kasih Jasa Raharja dan Poltekkes atas layanannya,” kata salah seorang sopir bus yang ikut pemeriksaan.
Dampak kegiatan ini terasa langsung bagi masyarakat Bungo, di mana akses kesehatan sering terhambat oleh jarak dan biaya. Banyak sopir yang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi menerima rekomendasi rujukan ke puskesmas terdekat, sementara penumpang lansia mendapat vitamin gratis. Di Bungo, yang memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas di atas rata-rata provinsi, inisiatif seperti ini krusial untuk mengurangi angka korban jiwa—yang mencapai 50 kasus per tahun menurut data Polri 2024. Partisipasi Poltekkes juga menjadi model pendidikan berbasis komunitas, di mana mahasiswa belajar tentang integrasi kesehatan dengan keselamatan publik, selaras dengan target Kementerian Kesehatan untuk Universal Health Coverage (UHC) 95% pada 2026.
Ke depan, Jasa Raharja berjanji melanjutkan MUKL secara berkala, dengan rencana kolaborasi lebih dalam dengan Poltekkes Jambi untuk menambahkan modul pelatihan pertolongan pertama bagi pengemudi. “Kami komitmen tekan angka kecelakaan melalui budaya tertib berlalu lintas,” tambah Juni Panto Susilo. Bagi Poltekkes, acara ini memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam transformasi kesehatan. Dengan semangat pengabdian, Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini bukan hanya layanan sementara, tapi langkah konkret menuju Bungo yang lebih aman dan sehat—di mana setiap perjalanan dimulai dari tubuh yang fit.
