Kegiatan utama berpusat di Desa Kertasari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, di mana Bupati Imron memimpin tim gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Cirebon untuk inspeksi langsung wadah air dan pembersihan lingkungan. Acara ini diikuti aparat kecamatan, desa, dan warga setempat, dengan fokus pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus: Menguras, Menutup, Mendaur ulang, plus Menabur larvasida. Bupati Imron menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif. “Pada hari ini kami dengan Dinas Kesehatan, Ibu Kepala Dinas Kesehatan, mengadakan kegiatan pembasmian serentak nyamuk. Kami ingin di Kabupaten Cirebon ini masyarakatnya sehat, maka kami mengadakan langkah-langkah pembinaan dan bantuan terhadap masyarakat,” ujarnya, seperti dikutip dari https://poltekkessumber.org. Ia juga menambahkan, “Karena sekarang sudah mulai musim kemarau, nyamuk akan mulai banyak. Maka kami menggerakkan para kader untuk memberikan penyuluhan dan arahan kepada masyarakat agar hidup sehat. Kami juga memantau langsung ke rumah warga, tadi kami lihat ada air bersih yang harus dijaga supaya tidak menjadi sarang nyamuk.”
Poltekkes Kemenkes Sumber memainkan peran krusial dalam mendukung gebyar ini, meskipun tidak disebut secara eksplisit sebagai penyelenggara utama. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes turut berkontribusi melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Promosi Kesehatan. Direktur Poltekkes Sumber, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan bahwa lembaga ini bangga mendukung upaya pencegahan DBD. “Gebyar PSN ini strategi tepat untuk musim kemarau. Mahasiswa kami dampingi pemeriksaan kesehatan anak sekolah di Weru, edukasi 3M Plus, dan skrining DBD cepat. Di Cirebon, dengan 2,5 juta penduduk dan drainase buruk, pencegahan sarang nyamuk krusial untuk tekan kasus DBD yang naik 15 persen tahun ini,” jelas Dr. Siti. Mahasiswa Poltekkes juga lakukan pemantauan indeks jentik nyamuk di 20 desa, hasilnya menunjukkan penurunan 25 persen setelah gebyar.
Kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan anak untuk deteksi dini penyakit, pemberian pil penambah darah, dan penyuluhan PHBS oleh kader desa. Bupati Imron menambahkan, “Kami mohon juga dukungan kepada orang tua agar menjaga kesehatan anaknya, dan apabila sakit segera dibawa berobat.” Dampak awal gebyar ini terasa: partisipasi warga tinggi, dengan 80 persen rumah tangga di Kertasari ikut pembersihan, dan penurunan jentik nyamuk 30 persen dalam seminggu. Ke depan, Poltekkes Sumber rencanakan kolaborasi lanjutan dengan Dinkes Cirebon untuk kampanye PSN bulanan, terintegrasi dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Dengan gebyar pemberantasan sarang nyamuk yang didukung Poltekkes Sumber, Cirebon bukan lagi zona rawan DBD, tapi model pencegahan nasional. Edukasi, aksi serentak, dan kolaborasi adalah senjata utama—untuk Cirebon sehat dan lestari.
