Poltekkes Banjar Apresiasi Gerakan Cegah Stunting dengan Inovasi BAANTING

Poltekkes Banjar Apresiasi Gerakan Cegah Stunting dengan Inovasi BAANTING

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Banjar, Provinsi Jawa Barat, semakin menunjukkan komitmen kuat dalam perang melawan stunting melalui peluncuran program inovatif BAANTING (Bantuan Ayam Atasi Stunting) pada 14 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Milangkala Desa Cibeureum ke-46 di Lapang Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan stunting. Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Banjar, sebagai lembaga pendidikan vokasi kesehatan terdepan di wilayah ini, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerakan ini. Direktur Poltekkes Banjar, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menekankan bahwa inisiatif seperti BAANTING mencerminkan sinergi lintas sektor yang esensial untuk membangun generasi emas sehat dan mandiri. “Program ini bukan hanya bantuan sementara, tapi investasi jangka panjang untuk cegah stunting. Kami bangga berkontribusi melalui pelatihan kader dan edukasi gizi, agar anak-anak Banjar tumbuh optimal,” ujar Dr. Siti.


BAANTING merupakan inisiatif Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Banjar, yang terintegrasi dalam Program Berdaya. Program ini menargetkan Lansia dan Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kampung KB Pasirnagara, Desa Cibeureum, melalui proyek percontohan TERASERING (Ternak Ayam Sendiri, Sehat Sejahterakan Lansia dan Keluarga Risiko Stunting). Secara simbolis, Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd., dan Sekretaris Daerah, Dr. H. Soni Harison AP., S.Sos., M.Si., menyerahkan 50 ekor ayam kepada penerima manfaat. Supriana menyoroti kolaborasi sebagai kunci sukses. “Pemerintah Kota Banjar terus fokus mencegah new stunting di Kota Banjar, tentunya dengan Banjar Berdaya. Malam ini saya apresiasi DPPKB Kota Banjar yang terus melahirkan inovasi-inovasi baru dengan berkolaborasi dengan OPD serta instansi lain,” katanya, seperti dikutip dari https://poltekkesbanjar.id.

Gerakan ini juga melibatkan bantuan sosial dari Dinas Sosial P3A Kota Banjar, berupa bantuan pangan untuk 33 orang senilai Rp 9.900.000, bantuan lansia APBD untuk 26 orang senilai Rp 15.600.000, dan bantuan disabilitas APBD untuk 2 orang senilai Rp 1.200.000. Selain itu, Baznas Kota Banjar meluncurkan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Fase I senilai Rp 39.234.000 untuk KRS di Kecamatan Banjar tahun 2025. Visi “Banjar Berdaya Bangun Masagi” dengan enam pilar—Berdaya Pangan, Berdaya Lokal, Berdaya Pacu, Berdaya Didik, Berdaya Bantu, dan Berdaya Tahan—menjadi fondasi program, dengan Supriana mengajak semua pihak bersatu. “Kita harus bersatu untuk mewujudkan Indonesia maju.”

Poltekkes Kemenkes Banjar, melalui Program Studi Gizi dan Kebidanan, mendukung gerakan ini dengan pelatihan 50 kader posyandu untuk screening antropometri dan edukasi pemberian makanan bergizi. Dr. Siti Nurhaliza menambahkan, “BAANTING inovatif karena libatkan ternak ayam sebagai sumber protein murah, yang selaras dengan riset kami tentang pangan lokal. Mahasiswa kami dampingi distribusi dan monitoring gizi balita, cegah stunting yang masih 18 persen di Banjar.” Dampak awal: 80 persen penerima manfaat melaporkan peningkatan nafsu makan anak sejak Juni 2025.

Dengan apresiasi Poltekkes Banjar, gerakan cegah stunting ini bukan hanya program, tapi gerakan kolektif—untuk Banjar sehat dan generasi emas unggul.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita