CKG merupakan program promotif dan preventif yang menyeluruh, terintegrasi, dan berbasis kelompok sasaran, dirancang untuk mendeteksi dini berbagai penyakit seperti kekurangan hormon, penyakit jantung bawaan, gangguan gizi, telinga, mata, hingga tekanan darah tinggi. Program ini selaras dengan Delapan Misi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya pembangunan SDM sehat yang produktif. Agustinus Teguh Santoso, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Mahulu, menekankan komitmen Pemkab dalam mengoptimalkan CKG. "Kami berkomitmen mengoptimalkan capaian dan keberhasilan program CKG sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif dalam membangun masyarakat yang sehat dan berkualitas," ujar Agustinus Teguh Santoso, seperti dikutip dari https://poltekkeskotaujohbilang.org. Ia menambahkan bahwa CKG ulang tahun mencakup pemeriksaan bagi anak usia 0-6 tahun dan warga usia 18 tahun ke atas, tersedia di puskesmas dan klinik mitra, sementara CKG sekolah dan khusus ibu hamil-balita menjadi prioritas utama.
Poltekkes Kemenkes Ujoh Bilang, yang berlokasi strategis di pedalaman Mahulu, menjadi mitra utama Pemkab dalam implementasi CKG. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes Ujoh Bilang melibatkan 100 mahasiswa Jurusan Keperawatan, Gizi, dan Kesehatan Masyarakat melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) terpadu. Direktur Poltekkes Ujoh Bilang, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan bahwa lembaga ini fokus pada pelatihan kader posyandu dan edukasi berbasis keluarga. "CKG bukan hanya pemeriksaan, tapi juga pencegahan. Mahasiswa kami turun ke 20 desa prioritas seperti Long Bagun dan Datah Bilang untuk screening antropometri balita, deteksi anemia ibu hamil, dan penyuluhan PHBS. Ini selaras dengan salah satu dari tiga Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kemenkes," jelas Dr. Siti. Peluncuran Integrasi Layanan Primer (ILP) dan CKG di Puskesmas Ujoh Bilang menjadi contoh sukses, di mana 300 warga terlayani dalam satu hari, dengan 40 persen ditemukan risiko stunting dini.
Optimalisasi CKG di Mahulu melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, adat, pemuda, dan pemangku kepentingan, untuk sukseskan transformasi layanan primer. Agustinus Teguh Santoso menambahkan, "CKG ulang mencakup pemeriksaan kesehatan bagi anak usia 0-6 tahun dan warga yang berusia 18 tahun ke atas, dengan pemeriksaan yang tersedia di puskesmas dan klinik yang telah bekerja sama dengan program ini." Manfaatnya jelas: deteksi dini penyakit yang dicegah, tingkatkan kualitas hidup, dan dukung SDM berdaya saing global. Di Mahulu, di mana akses fasilitas kesehatan terbatas oleh sungai Mahakam, CKG jadi jembatan utama.
Poltekkes Ujoh Bilang berencana perluas program ini ke 30 desa pada 2026, dengan integrasi aplikasi digital untuk monitoring gizi balita. Dengan optimalisasi CKG, Mahulu bukan lagi daerah rawan stunting, tapi teladan kesehatan inklusif—untuk generasi emas yang sehat dan kuat.
