Sejumlah mahasiswa peserta Program Kreativitas Mahasiswa IPC (PKN IPC) Politeknik Kesehatan Kemenkes Sintang Kabupaten (Poltekkes Sintang) menyatakan kesiapannya untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi masalah Stunting dan Tuberkulosis (TB). Para mahasiswa ini akan terjun langsung ke desa-desa melalui program pengabdian masyarakat yang inovatif dan berbasis ilmiah.
Dalam program tersebut, mahasiswa dari berbagai program studi seperti Kebidanan, Gizi, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat akan melaksanakan serangkaian kegiatan, antara lain edukasi pencegahan stunting, skrining gizi balita, sosialisasi pencegahan penularan TB, serta pendampingan masyarakat dalam pengobatan dan pemulihan.
Kontribusi Mahasiswa untuk Kesehatan Masyarakat
Stunting dan TB masih menjadi dua isu kesehatan prioritas di Kabupaten Sintang. Melalui PKN IPC, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan yang akan dilakukan meliputi:
- Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan pentingnya ASI eksklusif
- Pemantauan pertumbuhan balita dan pencegahan stunting
- Sosialisasi bahaya TB serta cara pencegahan dan pengobatannya
- Pelatihan kader kesehatan desa
- Kampanye hidup bersih dan sehat (PHBS)
“Kami siap turun ke tengah masyarakat untuk membantu mengatasi stunting dan TB. Ini adalah kesempatan kami untuk berkontribusi nyata sebagai calon tenaga kesehatan profesional,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa peserta PKN IPC Poltekkes Sintang.
Sinergi Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan
Program ini menjadi bukti komitmen Poltekkes Sintang dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Melalui kegiatan PKN IPC, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan di bidang kesehatan masyarakat.
Informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan Poltekkes Sintang dapat diakses melalui situs resmi poltekkessintangkab.org
Keberhasilan program PKN IPC ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam menurunkan angka stunting dan TB di Kabupaten Sintang. Semangat mahasiswa Poltekkes Sintang patut diapresiasi sebagai bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan kesehatan daerah.
Mari dukung generasi muda yang peduli kesehatan masyarakat!
