Poltekkes Tanah Grogot Beri Edukasi Kesehatan Ginjal: Tingkatkan Kesadaran Cegah Penyakit Kronis

Poltekkes Tanah Grogot Beri Edukasi Kesehatan Ginjal: Tingkatkan Kesadaran Cegah Penyakit Kronis

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, semakin serius menangani penyakit ginjal kronis melalui program edukasi pencegahan yang menyasar generasi muda. Rumah Sakit Umum Daerah Panglima Sebaya (RSPS) Kabupaten Paser menggelar penyuluhan kesehatan ginjal khusus bagi pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Tanah Grogot pada Selasa, 11 Februari 2025, sebagai rangkaian pra-puncak Hari Ginjal Sedunia (HGS) yang diperingati setiap 14 Maret. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan pemeriksaan kesehatan bagi siswa kelas sembilan, guru, dan tenaga pendidik, tapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran dini tentang pentingnya menjaga ginjal sejak usia remaja. Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Tanah Grogot, sebagai lembaga pendidikan vokasi kesehatan terdepan di wilayah ini, turut mendukung program melalui pelatihan mahasiswa dan integrasi ke kurikulum pengabdian masyarakat, memastikan edukasi ini berkelanjutan dan berbasis bukti.


Acara penyuluhan ini disambut positif oleh Kepala MTsN Tanah Grogot, Ridhayatullah, yang melihatnya sebagai kontribusi berharga bagi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). “Kehadiran RSPS sangat membantu program kesehatan sekolah. Edukasi ini tepat sasaran untuk siswa remaja yang sedang tumbuh, agar mereka paham risiko penyakit ginjal dari sekarang,” ujar Ridhayatullah dikutip https://poltekkestanahgrogot.org. Kegiatan ini juga melibatkan kerjasama dengan Puskesmas Tanah Grogot, di mana pelajar kelas sembilan mendapat pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk skrining tekanan darah dan gula darah—faktor utama pemicu penyakit ginjal kronis.

Dr. Widy Helen, SpPD, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam dari RSPS Paser, menjadi narasumber utama. Ia menjelaskan bahwa HGS bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ginjal, terutama di kalangan usia belasan tahun yang rentan terhadap pola makan tidak sehat. “Edukasi kesehatan ginjal dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan peringatan HGS yang puncaknya nanti akan dilaksanakan di bulan Maret. Pengetahuan dini sangat penting bagi kalangan muda berusia belasan tahun,” ujar dr. Widy Helen. Ia menyoroti penyebab utama gagal ginjal, yaitu hipertensi dan diabetes melitus, yang dipicu konsumsi gula berlebih serta makanan/minuman mengandung bahan pengawet. “Pola hidup, asupan makanan perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan ginjal,” tegasnya.

Data RSPS Paser memperkuat urgensi edukasi ini. Saat ini, rumah sakit tersebut melayani 94 pasien rutin menjalani hemodialisis (HD atau cuci darah), serta 9 pasien yang melakukan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) mandiri di rumah setelah pelatihan. Usia pasien HD berkisar 17 hingga di atas 60 tahun, menunjukkan bahwa penyakit ginjal bisa menyerang sejak usia muda jika tidak dicegah. “CAPD memungkinkan pasien cuci darah sendiri di rumah, tanpa perlu datang ke RS dua kali seminggu. Ini solusi untuk pedalaman Paser yang aksesnya sulit,” tambah dr. Widy Helen.

Poltekkes Kemenkes Tanah Grogot, sebagai mitra strategis RSPS dan Dinas Kesehatan Paser, memastikan edukasi ini berkelanjutan. Melalui Program Pengabdian Masyarakat (Pengabmas), Poltekkes mengerahkan 30 mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan untuk mendampingi penyuluhan di MTsN Tanah Grogot. Direktur Poltekkes Tanah Grogot, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menekankan peran institusi ini dalam pencegahan. “Kami integrasikan edukasi ginjal ke kurikulum PKL mahasiswa. Di Paser, di mana konsumsi minuman manis tinggi, pencegahan dimulai dari remaja. Mahasiswa kami ajak siswa praktik cuci tangan dan pilih makanan rendah gula, sejalan dengan program Kantin Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA),” jelas Dr. Siti.

Kegiatan ini memperkuat program UKS dan B2SA di sekolah, dengan harapan remaja Tanah Grogot tumbuh sadar kesehatan. Dengan dukungan Poltekkes, edukasi RSPS bukan sekali jadi, tapi gerakan berkelanjutan—untuk Paser bebas penyakit ginjal, generasi muda sehat dan produktif.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita