Seusai Ledakan Gudmurah Kodam Jaya, Sejumlah Warga Akhirnya Menyatakan Sikap Serius, Begini Isinya

Seusai Ledakan Gudmurah Kodam Jaya, Sejumlah Warga Akhirnya Menyatakan Sikap Serius, Begini Isinya

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Seusai ledakan dan terbakarnya Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, sejumlah masyarakat akhirnya menyatakan sikap serius terkait peristiwa tersebut. 

Salah satu kelompok masyarakat yang tergabung dalam warga Cluster Visilia, Kota Wisata Cibubur bersuara lantang seusai ledakan tersebut. 

Sekretaris Pengurus Cluster Visilia, Aldi Setiadi menuturkan pihaknya telah mengadakan pertemuan antarwarga di Gunung Putri, Bogor, Minggu (31/3/2024). Dia menjelaskan terdapat banyak dampak terkait peristiwa tersebut kepada anak-anak di lingkungan itu. 

 Adapun, warga Cluster Visalia merupakan bagian dari 324 warga yang mengungsi setelah terjadinya ledakan gudang pada Sabtu (30/3/2024) malam, karena alasan keamanan.

 "Ledakan terjadi mengakibatkan trauma psikologis kepada anak-anak kita. Kebanyakan anak anak itu, ya berdasarkan obrolan (dengan orangtuanya), mereka tidak bisa tidur, trauma," ujar Aldi. 

Dia mengungkapkan, anak-anak sempat histeris saat terjadi kobaran api dan kepulan asap serta suara ledakan beruntun.  Terlebih, ledakan pertama terjadi saat sedang mereka sedang berbuka puasa.

 "Karena (anak-anak) kita juga lagi ada acara Ramadhan di klaster komplek dari jam 5 sore sampai jam 6 dan lanjut buka puasa. Mereka sangat trauma sekali karena melihat ledakan dan api yang besar sekali," jelasnya. 

Dia mengatakan warga meminta treatment atau perlakuan khusus untuk menangani dampak traumatik pada anak-anak mereka. 

"Yang kedua kita juga minta adanya birokrasi koordinasi antara pihak institusi terkait dengan pengembang Visalia dimana kita pada saat kita ingin huni tempat ini memang kita tidak diberi tahu bahwa adanya gudang peluru di sekitar tempat tinggal kami," ujarnya.

 Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu mencatat sebanyak 31 rumah mengalami kerusakan terdampak ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

 "Data sementara ada 31 rumah yang terdampak berupa kaca pecah, plafon retak, atap retak/bolong," ungkap Asmawa. 

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki waktu 14 hari dalam melakukan asesmen mulai dari menghitung jumlah rumah yang rusak, upaya koordinasi hingga menentukan langkah-langkah penanganan. 


Asmawa mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk melakukan penanganan terhadap rumah yang rusak. 

"Tentu akan didata terlebih dahulu lalu dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar untuk tindak lanjut penanganan," ujar Asmawa. 

Sementara, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyebut rumah warga yang terdampak akibat kebakaran Gudmurah akan diberikan ganti rugi. 

"Ya tentunya nanti kami akan data, akan disisir oleh aparat teritorial yang sekarang sudah bekerja. Nanti apabila ada kerusakan di rumah masyarakat, kami akan ganti," ungkap Agus.

Sumber: tvOne
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita